BBKSDA PB Bersama Mitra Bersihkan Taman Wisata Alam Sorong, 90 Karung Sampah Dikumpulkan 1 IMG 20210918 WA0063
Kolaborasi BBKSDA Papua Barat betsama mitra bersihkan sampah di TWA Sorong. [Foto: istimewa]
Metro

BBKSDA PB Bersama Mitra Bersihkan Taman Wisata Alam Sorong, 90 Karung Sampah Dikumpulkan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Taman Wisata Alam (TWA) Sorong memiliki nilai ekologis yang tinggi. Selain proporsi tata letak alamiah vegetasinya dapat dikatakan ‘estetik’ keberadaan air terjun dan perlintasan empat daerah aliran sungai Klawulu, Klasege, Pletok, dan Klabeling menambah nilai potensi hutan kota ini sebagai salah satu destinasi pariwisata alam bagi para pelancong di kota Sorong dan sekitarnya. Sebagai sebuah kawasan alami dengan nilai ekosistem tinggi, dan lokasinya relatif mudah diakses oleh pelancong, TWA Sorong menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi untuk mengganggu keutuhan ekologi yang dimilikinya, baik itu akibat langsung dari aktivitas pemanfaat kawasan yang tidak bertanggung jawab, maupun akibat tidak langsung dari upaya pengelolaan perkotaan yang belum efektif.

BBKSDA PB Bersama Mitra Bersihkan Taman Wisata Alam Sorong, 90 Karung Sampah Dikumpulkan 2 IMG 20210918 WA0061 1
Sampah dan ilalang di TWA Sorong dibersihkan [Foto: istimewa]
Bertepatan dengan World Cleanup Day, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Sabtu, 18 September 2021, berkolaborasi dengan Conservation International (CI) Indonesia melakukan kegiatan bersih-bersih di TWA Sorong yang diikuti oleh relawan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Remu-Ransiki, Dinas Kebersihan Kota Sorong, serta perwakilan dari delapan komunitas pecinta alam yang berbasis di kota Sorong dan sekitarnya.

Kegiatan bersih-bersih kali ini utamanya menyasar pembersihan sampah-sampah organik, terutama tanaman ilalang yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem di dalam TWA Sorong, serta sampah anorganik yang keberadaannya dapat dipastikan sebagian besar akibat aktivitas pemanfaatan kawasan, atau terbawa luapan aliran sungai ketika hujan turun dengan deras. Dimulai pukul 08.00 WIT dan dijadwalkan berlangsung selama sekitar 5,5 jam, relawan yang tergabung dalam kegiatan ini juga dibekali dengan alat-alat untuk memungut sampah yang diarahkan oleh petugas dari BBKSDA Papua Barat dan disebar menjadi dua fokus wilayah kerja, yaitu jalan masuk TWA Sorong dan sekitar areal perkemahan.

BBKSDA PB Bersama Mitra Bersihkan Taman Wisata Alam Sorong, 90 Karung Sampah Dikumpulkan 3 IMG 20210918 WA0060
Sebanyak 90 karung sampah dikumpulkan [Foto: istmewa]
Dalam pembukaan kegiatan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto, S.Pd., M.Si., mengatakan jika kawasan TWA Sorong ini merupakan bagian yang sangat penting di kota Sorong, sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaganya. “Hutan ini menyediakan udara bersih dan air bersih bagi warga di kota Sorong, serta berfungsi sebagai healing forest (hutan yang menyehatkan) yang sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid-19. Mari kita jaga TWA Sorong ini sebaik-baiknya,” ujarnya. Sabtu 18/09/2021. Atas nama BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto tidak lupa mengucapkan terima kasih, sembari mengingatkan kepada 67 relawan yang tergabung dalam kegiatan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu relawan asal komunitas Kelompok Pecinta Alam (KPA) Tambrauw, Hartito Kanigoro mengungkapkan, kegiatan bersih-bersih di TWA Sorong ini bukan pertama kalinya ia ikuti. Kata Hartito dari beberapa kali melakukan kegiatan serupa di TWA Sorong, rata-rata sebagian besar sampah terdiri dari sampah plastik dan botol-botol minuman keras. “Ingat, bumi itu tidak butuh manusia, tapi manusialah yang butuh bumi. Layaknya setiap pengunjung harus membawa sampahnya kembali ke rumah karena hutan bukan tempat sampah,” tandanya.

BBKSDA PB Bersama Mitra Bersihkan Taman Wisata Alam Sorong, 90 Karung Sampah Dikumpulkan 4 IMG 20210918 WA0059 1
BBKSDA bersama mitra rapat sebelum kegiatan pembersihan dilakukan. [Foto: istimewa]
Sementara, Bird’s Head Seascape (BHS) Tourism & Capacity Building Manager dari CI Indonesia, Meidiarti Kasmidi mengemukakan, kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk menata TWA Sorong, yang salah satu isunya mengenai kebersihan terutama sampah anorganik. Meidiarti juga berharap dengan adanya pembersihan sampah ini, TWA Sorong dapat berkembang berdasarkan pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya mulai keragaman flora dan fauna. Sehingga aktivitas seperti panen lebah madu maupun pembibitan tanaman, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi wisatawan dan masyarakat sekitar.

Kegiatan bersih-bersih dari BBKSDA Papua Barat bersama Mitra ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 90 karung sampah berukuran 100cm x 60cm serta 40 karung sampah berukuran 40cm x 50cm, yang mana sebagian besar berisikan sampah anorganik – termasuk sisa-sisa botol kaca maupun kaleng minuman keras yang ditinggalkan pemanfaat kawasan yang tidak bertanggung jawab. [dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.