Jaga Alam, BBKSDA Gandeng Koarmada 3 Dan Stakeholder Lepas 37 Satwa Endemik di Hutan Katapop 1 Screenshot 20210929 233951 Canva
Burung Mambruk (Goura cristata) termasuk yang dilepasliarkan. [Foto: istimewa]
Metro Nasional

Jaga Alam, BBKSDA Gandeng Koarmada 3 Dan Stakeholder Lepas 37 Satwa Endemik di Hutan Katapop

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Sebanyak 37 ekor unggas dilepasliarkan di satu sisi hutan, Komando Armada (Koarmada) III Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) Katapop, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Selasa, 28 September 2021.

Hutan tersebut keutuhan ekosistemnya memang masih sangat baik. Lebih terperinci, unggas yang dilepas tersebut adalah 30 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 3 ekor mambruk (Goura cristata), 2 ekor nuri bayan (Eclectus roratus), dan 2 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), yang mana kesemuanya adalah satwa endemik asal Tanah Papua yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Satwa-satwa yang dilepasliarkan tersebut juga merupakan translokasi dari hasil sitaan unit-unit pelaksana teknis (UPT) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di luar Papua, utamanya dari Pulau Jawa dan Manado. Selain itu satwa juga berasal dari hasil pengamanan dan patroli perlindungan satwa di Kota dan Kabupaten Sorong. Semua satwa merupakan jenis yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Unggas unggas berhamburan keluar ketika pintu dari dua unit kandang transit berukuran 160 cm x 140  cm x 150 cm dibuka oleh Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho, S.E., M.M., selaku Kepala Staf (KS) bersama jajarannya dari Koarmada III TNI AL, dan beberapa tamu undangan.

Jaga Alam, BBKSDA Gandeng Koarmada 3 Dan Stakeholder Lepas 37 Satwa Endemik di Hutan Katapop 4 IMG 20210928 WA0060
Pembukaan pintu kandang satwa yang hendak dilepas. [Foto: istimewa]
Kegiatan hari ini terselenggara atas kerjasama BBKSDA Papua Barat berkolaborasi dengan Koarmada III TNI AL dan Conservation International (CI) Indonesia, dan merupakan bagian dari peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun ini yang bertemakan “Living in Harmony with Nature – Melestarikan Satwa Liar Milik Negara.” Rangkaian kegiatan HKAN tahun ini diselenggarakan mulai Mei hingga Desember 2021.

Usai pelepasliaran satwa endemik, sorotan beralih kepada platform yang sudah dipersiapkan panitia untuk keperluan kegiatan lokakarya bertajuk “Penegakan Hukum Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Serta Pencegahan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)  Dilindungi Secara Ilegal” yang akan menampilkan sebanyak lima narasumber yang dimoderatori oleh perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong, Syafruddin Sabonnama, SH.

Kelima narasumber tersebut adalah KS Koarmada III TNI AL, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi KLHK, Drs. Toto Indraswanto, M.Sc., Plt. Kepala BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto, S.Pd., M.Si., Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kabupaten Sorong, Komisaris Polisi (Kompol) Emmy Fenitiruma, S.Sos., dan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sorong, Suwarji.

Dalam pembukaannya, Syafruddin Sabonama, SH., menyatakan apresiasinya terhadap peran militer dalam perlindungan satwa-satwa dan juga upaya-upaya konservasi, seraya menegaskan “Siapapun yang hidup di atas Tanah (Papua) ini, harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa ia memberikan manfaat untuk alam dan juga manusia,” ujarnya.

Jaga Alam, BBKSDA Gandeng Koarmada 3 Dan Stakeholder Lepas 37 Satwa Endemik di Hutan Katapop 5 IMG 20210928 WA0057
Para narasumber di kegiatan pelepasan satwa [Foto: istumewa]
KS Koarmada III TNI AL menyatakan keprihatinannya akan perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap alam hingga kerusakan lingkungan terjadi, lalu melanjutkan pernyataan yang mewakili panglima, “Kita, Koarmada III, sekaligus dihimbau seluruh prajuritnya, maupun kita dapat memengaruhi lingkungan kita untuk dapat menjaga bumi yang kita cintai ini. Jadi semua yang ada di sini harus menjadi duta-nya BBKSDA Papua Barat. Di tempat kita ini, burung-burung, satwa, apa saja yang ada di sini termasuk tumbuh-tumbuhan harus kita lindungi,” tuturnya.

KS Koarmada III juga menegaskan, bahwa upaya konservasi kawasan dan pencegahan peredaran TSL dilindungi secara ilegal, khususnya di Provinsi Papua Barat, adalah sejalan dengan tugas TNI AL sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, khususnya terkait kedaulatan negara dan penegakan hukum di laut – termasuk penegakan hukum terhadap tindak pidana yang merugikan sumber daya alam hayati.

Sementara itu, Plt. Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi KLHK, Drs. Toto Indraswanto, M.Sc., menerangkan bahwa berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bernomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan Satwa yang Dilindungi, yang terbit pada tanggal 29 Juni 2018, jumlah jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi adalah sebanyak 919 jenis.

Jaga Alam, BBKSDA Gandeng Koarmada 3 Dan Stakeholder Lepas 37 Satwa Endemik di Hutan Katapop 6 IMG 20210928 WA0055
Giat lepasliarkan satwa endemik [Foto: istimewa]
Toto Indraswanto juga berpesan, sumber daya alam yang ada di sekitar kita ini sebetulnya oleh Tuhan hanya dititipkan kepada kita, kepada anak dan cucu yang suatu saat harus kita kembalikan kepada anak dan cucu kita secara utuh. Kita mesti bisa memanfaatkan (sumber daya alam) dengan konsep pemanfaatan yang lestari.

Narasumber selanjutnya, Wakapolres Kabupaten Sorong juga mengungkapkan, sampai saat ini tahun 2021, belum ada pelaporan, atau yang mengakibatkan laporan kepada kami (mengenai peredaran TSL dilindungi secara ilegal). Karena itu, Wakapolres mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi-informasi sekecil apapun terkait peredaran TSL dilindungi secara ilegal.

Senada, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sorong juga menyatakan bahwa Tanah Papua penuh dengan anugerah luar biasa dan patut disyukuri karena banyaknya tumbuhan dan hewan yang hanya hidup di dalamnya. “Jangan sampai kedepannya burung-burung (endemik Papua dan Papua Barat) lebih banyak di daerah Jawa sana dibanding di habitat aslinya karena banyak diperdagangkan – (karena itu) penindakan hukum harus dipertegas lagi,” pungkasnya.

Jaga Alam, BBKSDA Gandeng Koarmada 3 Dan Stakeholder Lepas 37 Satwa Endemik di Hutan Katapop 7 IMG 20210928 WA0054
Penandatanganan deklarasi bersama [Foto: istimewa]
Menggenapi pernyataan narasumber-narasumber sebelumnya, Plt. Kepala BBKSDA Papua Barat mengatakan, untuk semua dapat terlaksana, pihaknya perlu merangkul semua unsur untuk turut bersama-sama menjaga keanekaragaman hayati yang berada di Provinsi Papua Barat ini. Karena jika kita bersatu padu dalam menjaga dan melindungi, maka keanekaragaman hayati ini akan dapat kita nikmati dan saksikan di masa yang akan datang.

“Kami mengajak untuk turut bersama-sama menjaga dan melindungi satwa liar sebagai kekayaan yang sangat penting di Tanah Papua, di Provinsi Papua Barat ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya seraya menutup lokakarya dengan kalimat “Jangan kita berbicara mengenai cucu, kita bicarakan anak kita dulu karena belum tentu cucu kita bisa menikmati. Jadi, utamanya jangan tinggalkan air mata untuk anak anak kita, tapi kita tinggalkan mata air untuk anak kita demi kelangsungan Bumi dan Papua tercinta,” tutupnya.

Usai lokakarya, moderator bersama keempat narasumber, yang diikuti pemangku kepentingan yang menghadiri kegiatan hari ini secara bergiliran menandatangani deklarasi bersama yang berisikan lima poin utama terkait perlindungan, pencegahan, dan/atau penegakan hukum terhadap perburuan dan perdagangan TSL dilindungi di Papua Barat. Secara keseluruhan, sekurang-kurangnya 80 peserta yang mewakili berbagai instansi aparat penegak hukum, instansi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah turut berpartisipasi dalam kegiatan kali ini. [ary]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.