Kabsor Miliki APBD Terbesar Namun Sayang Tak Punya Damkar, Warga Pasrah 1 Screenshot 20210930 135146 Canva 2
Mobil Damkar alami kendala saat beroperasi [Foto: Redaksi BA]
Metro

Kabsor Miliki APBD Terbesar Namun Sayang Tak Punya Damkar, Warga Pasrah

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co – Kebakaran yang kerap terjadi di Kabupaten Sorong, Papua Barat menjadi kisah pilu dan keprihatinan tersendiri bagi korban yang tertimpa musibah, pasalnya hingga pemerintahan Jhony Kamuru dan Suka Harjono hampir berakhir kabupaten Sorong yang memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) cukup besar dibandingkan daerah lain yang berada di Sorong Raya termasuk memiliki dana bagi hasil minyak dan gas tidak menjamin semuanya berjalan dengan harapan masyarakat setempat, salah satunya kabupaten Sorong tidak memiliki mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) sehingga masyarakat yang tertimpa musibah terpaksa harus menelan pil pahit dan ikhlas serta pasrah melihat seluruh harta bendanya dilahap si jago merah.

Informasi yang berhasil dihimpun tim beritaaktual.co saat ini, pemerintah kabupaten Sorong hanya memiliki mobil Damkar yang khusus menangani kebakaran hutan dengan kapasitas yang cukup kecil. Realita dilapangan, mobil ini sering mengalami kendala seperti yang terekam kamera beritaaktual.co saat beroperasi membantu memadamkan kobaran api saat kebakaran terjadi di Tugu Merah yang menghanguskan 6 lapak (27/9/2021) sekaligus.

Makian dan cacian warga pun menjadi bentuk kekecewaan yang mendalam melihat aksi tim Damkar dadakan datang memadamkan kobaran api lantaran tim damkar yang terjun melakukan tugas merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tidak dibekali dengan dasar maupun pelatihan khusus menghadapi kobaran api. Bahkan, disayangkan proses pemadaman api yang dilakukan Satpol PP itu hanya menggunakan pakaian seadanya saja, yang mana hal tentunya sangat beresiko tinggi dan dapat membahayakan nyawa.

“We pulang sudah, kam bikin apa aja tara laku sekali,” sepenggal kata ini yang banyak diteriakan warga selain makian makian warga yang lain sesaat ketika mobil Damkar yang datang mengalami keterlambatan.

Yohanis, salah satu warga dari ratusan warga yang ikut membantu memadamkan kobaran api saat kebakaran di tugu merah terjadi, menuturkan alasannya membantu karena rasa kemanusian, terlebih merasa kasihan kepada Satpol PP yang sudah berjuang dengan sekuat tenaga namun dengan perlengkapan pelindung diri yang minim. “Saya bantu karena tempat nongkrong saya di Tugu merah sini, selain itu karena rasa kemanusiaan yang buat saya bantu ikut untuk padamkan api. Kalau ditanya kenapa saya ikut bantu Satpol PP ya karena kasihan, soalnya dorang (mereka) ada yang pakai celana pendek, pakai kaos saja tanpa baju pelindung yang seharusnya dorang pakai. Walaupun posisi saya tidak didepan tadi setidaknya ada upaya saya membantu warga dan Satpol PP dorang kaka,”pungkasnya usai membantu memadamkan kobaran api.

Hal senada dikatakan salah seorang warga yang kehilangan lapaknya, kepada beritaaktual.co (29/9/2021) ia mengutarakan bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Jhony Kamuru dan berharap kedepannya pemerintah memiliki mobil Damkar yang layak. [ary]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.