Stop Perundungan, Unicef Libatkan 60 Pengajar SeKota Dan Kabupaten Sorong 1 bupati serahkan buku
Serah terima buku dari Bupati Sorong Johny Kamuru kepada perwakilan peserta pelatihan (foto.Ary)
Metro Pendidikan

Stop Perundungan, Unicef Libatkan 60 Pengajar SeKota Dan Kabupaten Sorong

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co – Kasus perundungan (bullying) di dunia pendidikan menjadi masalah kompleks khususnya menyangkut psikologis dan masalah sosial bagi anak,mencegah meningkatnya kasus tersebut Unicef bekerjasama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong serta Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) menggelar Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH) di Vega Hotel Sorong, Selasa (12/10/21).

Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 3 hari terhitung hari ini Selasa, 12 hingga 10 Oktober 2021 dengan jumlah 30 peserta mengikuti Pelatihan PKH dan 30 peserta lainya mengikuti Pelatihan Pencegahan Bullying ”ROOTS” yang mana masing masing merupakan perwakilan dari 30 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang berada di Kota dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Program PKH menyasar murid SLTP di Sorong melalui para guru sebagai pendidik dengan tujuan meningkatkan angka anak yang tetap bersekolah,memperbaiki capaian belajar dan melindungi dari tindak kekerasan di sekolah.

Kepala kantor Unicef Perwakilan Papua dan Papua Barat Aminuddin Mohammad Ramdan kepada awak media menuturkan “Program Keterampilan Hidup Remaja atau Life Skill Education, merupakan program yang menitikberatkan pada partisipasi remaja pada topik-topik yang mereka anggap penting. Modulnya sendiri dikembangkan bersama para remaja hingga menjadi seperti ini, terdapat 22 pertemuan dengan tema-tema yang perlu diketahui oleh para siswa siswi” kata Aminuddin.

Pelaksanaan pelatihan yang berlangsung ditandai dengan serah terima buku antara Unicef dan Pemerintah Kota serta Kabupaten Sorong yang diantaranya diserahkan langsung oleh Bupati Sorong Dr Johny Kamuru,SH,M.Si.

Diakhir acara dalam sambutannya Bupati Sorong Jhony Kamuru memberikan apresiasi kepada unicef bersama instansi terkait dan universitas yang ikut terlibat langsung, dalam upaya menekan kasus perundungan di Kota dan Kabupaten Sorong menurutnya isu perundungan  menjadi isu yang wajib disikapi semua kalangan mulai dari orangtua hingga pimpinan tertinggi di pemerintahan.

Dampak yang diberikan pelaku bullying terhadap korbannya lebih mengarah terhadap gangguan psikologis korban. Mulai dari turunnya tingkat percaya diri, depresi, ketakutan bahkan sampai berujung kematian. Jika tidak diimbangi dengan solusi yang nyata, gangguan psikologis terhadap korban bullying akan menjadi dampak yang paling berbahaya dalam jangka waktu panjang.

“Dampak akibat tindakan bullying ini tentu cukup berbahaya,karena itu pelatihan PKH dan pencegahan bullying yang diinisiasi unicef sudah sangat tepat,agar pencegahan dapat segera dilaksanakan dalam pratiknya dilapangan,” tutup Johny kepada beritaaktual. [ary]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.