Bangkit Dari Pandemi, KTI Gelar Road to Festival Semangat Kolaborasi Untuk Indonesia 1 Screenshot 20211025 230353 WhatsApp
Metro Nasional

Bangkit Dari Pandemi, KTI Gelar Road to Festival Semangat Kolaborasi Untuk Indonesia

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktual.co – Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan beraktivitas, sehingga memaksa kita untuk berinovasi dan beradaptasi menyusun kembali agenda serta strategi merespons perubahan agar tetap mencapai tujuan dan berdampak di tahun yang penting ini.

Hal itu yang menjadi semangat Yayasan Bursa Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) dan Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam menjalankan mandat sebagai organisasi pertukaran pengetahuan, untuk melaksanakan perhelatan penting Road to Festival Forum KTI sebagai rangkaian Festival Forum KTI yang baru akan digelar di tahun 2022 mendatang di Nusa Tenggara Timur. Pandemi COVID-19 tak mengurungkan niat perayaan lahirnya beragam inisiatif yang menunjukkan keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam menjawab beragam tantangan pembangunan di berbagai pelosok di kawasan timur Indonesia.

“Kolaborasi menjadi kata kunci yang tak kalah penting setelah adaptasi di masa pandemi ini. Kita dituntut untuk bersinergi, bekerja sama secara kolaboratif dengan berbagai pihak, beradaptasi dalam berbagai tanggung jawab dan peran, menempatkan empati di saat melewati masa-masa penuh tantangan ini untuk meraih tujuan bersama,” kata Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS (Ketua Pokja Forum KTI).

Bangkit Dari Pandemi, KTI Gelar Road to Festival Semangat Kolaborasi Untuk Indonesia 2 Screenshot 20211025 230345 WhatsApp
Road to Festival Kolaborasi Untuk Indonesia [Foto: istimewa]
Road to Festival Forum KTI yang diselenggarakan secara online dengan mengangkat tema ‘Semangat Kolaborasi untuk Indonesia’ pada tanggal 26 – 27 Oktober 2021 melalui aplikasi Zoom.  Pada perhelatan ini mengangkat 6 (enam) inisiatif cerdas yaitu:

  1. Sistem Pertanian Terintegrasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan suntikan pengetahuan dan kreativitas anak-anak muda di Kupang, agar bertani organik dapat diintegrasikan dengan sistem pertanian yang lebih besar untuk mendukung ketersediaan pangan dan kemandirian petani.
  2. Pengetahuan untuk Kebijakan di Sulawesi Selatan, yaitu sebuah program rintisan Penyusunan Kebijakan Berbasis Pengetahuan dilakukan di Sulawesi Selatan berhasil menuntaskan satu siklus penyusunan kebijakan berbasis bukti yang melibatkan multi pihak (pemerintah, akademisi, dan LSM) dan melahirkan serangkaian pembelajaran yang esensial.
  3. Sejahtera Dengan Perencanaan Pembangunan yang Sinergis, di Papua dan Papua Barat. Perencanaan yang bersinergi antara pemerintah kampung dan unit penyedia layanan kesehatan serta pendidikan di Papua dan Papua Barat, memungkinkan semua pihak berkontribusi untuk menghadapi persoalan pembangunan.
  4. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak dan Retribusi Online di Maluku Tenggara Barat, Maluku. Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara membangun sistem online pajak dan retribusi daerah yang dikenal dengan nama SI-PARADE, sebuah inovasi untuk optimalisasi PAD.
  5. Posyandu Prakonsepsi: Satu Tahap Lebih Dulu di Banggai, Sulawesi Tengah. Sebuah pendekatan baru dapat menghasilkan generasi emas yang sehat, berkualitas sekaligus sebagai strategi mencegah kematian ibu dan anak serta stunting melalui Posyandu Prakonsepsi yang memastikan pelayanan kesehatan lintas sektor kepada perempuan  usia reproduksi sebelum kehamilan.
  6. Melayani Kebutuhan Kesehatan Flores Timur di Nusa Tenggara Timur. Genap tujuh belas tahun Program Ambulans Motor dijalankan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) sebagai bagian dari upaya memperjuangkan pengiriman tenaga kesehatan ke tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Keenam poin inisiatif cerdas tersebut, bekerja berjejaring untuk mengetahui kebutuhan dan kekuatan masing-masing sehingga tercipta keterhubungan dan kolaborasi. Road to Festival Forum KTI juga menghadirkan Keynote Speakers Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. dan Erna Witoelar – Advisory SDGs Academy Indonesia.

“Untuk itu kami mengajak seluruh peserta untuk merayakan kemajuan dari upaya-upaya yang telah dilakukan, bertukar solusi, bertukar informasi, dan memperluas jaringan untuk dapat meningkatkan capaian dan mengembangkan inovasi,” tutupnya. [dwi]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.