Bupati Demas Minta Masyarakat Tahan Keinginan Lockdown, Ini Penjelasannya 1 IMG 20200326 WA0003
Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan
Metro

Bupati Demas Minta Masyarakat Tahan Keinginan Lockdown, Ini Penjelasannya

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan meminta agar masyarakat menahan keinginan melakukan lockdown, karena akan ada banyak pertimbangan dan dampaknya.

Salah satu pertimbangan yang mendasar adalah, ada beberapa pasien berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang mana sampelnya yang harus dikirim oleh Tim Satgas Provinsi Papua Barat ke Jakarta untuk diperiksa. 

“Kalau sampai kita lockdown, maka sampel-sampel darah ini kita mau kirim pakai apa?, dan tidak semua Airlines menerima sampel ini untuk dikirim,” tutur Bupati di kantor DPRD Manokwari. Rabu, 25/03/2020.

Dikatakan, jika memang keinginan kuat masyarakat melakukan lockdown, akan ada banyak pertimbangkan dan hal yang harus dibicarakan kembali.

“Yang punya kebijakan bicara lockdown adalah gubernur, kami Bupati dan Walikota kembali kepada kewenangan beliau Gubernur,” terangnya.

Menurutnya, hal yang terpenting adalah masyarakat harus bijaksana, dapat menahan diri agar tetap di rumah saja dan melakukan isolasi diri secara mandiri, karena virus Corona ini dapat menyebar melalui bersin, batuk dari orang ke orang, dan berjabat tangan. 

“Pemerintah kan sudah kasih aturan agar tetap di rumah saja, itu dulu yang dipatuhi, jangan hanya dengar dan baca saja. Jika keluar rumah itu hanya untuk urusan yang mendesak saja, ikuti semua anjuran yang disampaikan pemerintahan, dilaksanakan sehingga terhindar dari Covid -19,” terangnya

Bupati Demas menambahkan, untuk semua tempat-tempat keramaian sudah diinstruksikan agar ditutup. Misalnya Tempat Hiburan Malam (THM), dan dari pihak kepolisian juga mencegah untuk aktivitas yang melibatkan orang banyak dalam berkumpul. [*/dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.