SKK Migas Dan Kontraktornya di Kabupaten Sorong Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Tetap Terjaga 1 IMG 20211107 WA0037 1
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua & Maluku, Subagyo [Foto: ist]
Metro Nasional

SKK Migas Dan Kontraktornya di Kabupaten Sorong Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Tetap Terjaga

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktual.co – Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan bagian dari salah satu produk komoditas olahan yang bersumber dari penemuan adanya Minyak Mentah dan Gas Bumi dari Alam. Dengan adanya BBM dapat dinikmati serta memberikan kemudahan penggunaannya.

Semakin banyak penemuan sumber-sumber energi berupa Minyak Mentah dan Gas Alam dalam suatu wilayah tertentu, sangat menentukan ketersediaan volume  produk-produk turunan berupa komoditas energi yang sering digunakan masyarakat.

Menyikapi akan digelarnya seruan aksi oleh Masyarakat kota Sorong bersama PMII pada Senin pago 08/11/21 terkait masalah BBM, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua & Maluku, Subagyo Minggu malam, 07 November 2021 menyampaikan penjelasan, bahwa Presiden RI melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 mengatur dibentuknya SKK Migas sebagai Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Berdasarkan fungsi dan kewenangan yang diatur dalam Perpres tersebut, jelas Subagyo SKK Migas selaku instansi pemerintah Pusat, ditugaskan hanya untuk mengelola pelaksanaan kegiatan *Hulu Migas*.

Dalam pelaksanaan kegiatan Hulu Migas dimaksud, hanya dibatasi pada kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi Produksi, untuk memastikan adanya potensi sumber energi yang berada dibawah permukaan dapat secara efektif dan efisien dapat diangkat ke permukaan untuk dijual minyak mentah dan gas alamnya, sebagai bagian dari pemasukan bagi negara.

Terkait pendistribusian hasil-hasil olahan minyak mentah dan gas alam, berupa Produk BBM maupun Produk Listrik dan seterusnya tegas Subagyo, SKK Migas bersama para kontraktornya yang berada di Kabupaten Sorong (Pertamina Ep, Petrogas Basin & Island dan Mondor Salawati), tidak memiliki kewenangan, namun bagian HILIR MIGAS.

“Kami sadar betul bahwa kebutuhan akan energi oleh masyarakat semakin hari semakin meningkat, sebagai contoh di Sorong Raya, sehingga kami yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Pusat yang menjalankan kegiatan hulu di daerah. Kami selalu berharap bahwa kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi dengan nantinya dilakukan pengeboran sumur dapat didukung kemudahannya oleh seluruh masyarakat,” tandas Subagyo. [dwi]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.