Rhani Horota Wanita Tangguh Pejuang Nozzle SPBU Sorong 1 IMG 20211110 WA0141
Rhani Horota Operator SPBU Coco Sorong [Foto: ist]
Metro

Rhani Horota Wanita Tangguh Pejuang Nozzle SPBU Sorong

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktua.co – Bagi sebagian besar pengguna kendaraan pasti mengenali sosok mereka, yang berdiri dengan tangguh, memberi senyum, salam sapa, dan tak lupa memberi informasi ‘Diawali Dari Angka 0 Ya’ begitu sapa mereka sebelum ujung Nozzle penghubung selang BBM dimasukkan ke dalam tangki kendaraan pelanggan.

Merekalah petugas SPBU yang beberapa saat lalu bekerja dengan tekanan melayani antrian panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sorong dan sekitarnya lantaran mendengar berita bohong adanya kelangkaan BBM di Sorong.

Rhani Horota, operator SPBU Coco Sorong Pusat ini merupakan sosok wanita Papua tangguh, ‘Pahlawan’ bagi pelanggan SPBU yang dilayaninya dikala antrian panjang terjadi, Rhani menuturkan disaat terjadi antrian panjang di SPBU, tim operator bekerja dengan penuh tekanan agar dapat melayani banyak pelanggan yang mengantri berjam-jam dan khawatir tidak mendapat bagian BBM.

“Saat kejadian kemarin ada antrian panjang itu, kita bekerja dengan penuh tantangan, juga tekanan, kami harus melayani semua pelanggan yang semua bisa dibilang tidak sabaran karena informasi yang salah diterima. Ada yang marah dan kesal, ya kami sangat memahami mereka antri dengan waktu yang lama, tapi seharusnya mereka juga menghargai kami yang bekerja dengan berdiri berjam-jam agar dapat melayani mereka (pelanggan),” ujar Rhani Horota, Rabu (10/11).

Lanjut kata Rhani, disaat antrean kendaraan bermotor terjadi, waktu kerja masuk untuk buka pelayanan dimajukan dan saat penutupan dimundurkan, untuk waktu istirahat disesuaikan dengan tingkat keramaian dan bergantian dengan petugas lainnya.

“Untuk jam kerja kita biasanya buka jam 05.30  WIT dibuka jam 04.30 WIT dan tutup jam 20.30 WIT, ini dilakukan agar mengurai antrian panjang kendaraan, untuk jam istirahat biasanya kami lakukan saat ada pengisian tangki, andaikan tidak bisa maka kami istirahat untuk makan bergantian dengan teman-teman yang lain” ucap Rhani Horota.

Edi Mangun, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh operator SPBU dimanapun berada, petugas operator SPBU merupakan garda terdepan bagi Pertamina, dan di tengah situasi antrian panjang dan tekanan kerja yang meningkat, petugas operator SPBU bekerja dengan sabar dan tegar.

“Kami berterima kasih dan salute bagi Rhani dan para operator SPBU yg telah melayani  tanpa dengan sabar dan tegar, mereka adalah pahlawan bagi warga yang benar- benar membutuhkan BBM pada saat antrean panjang terjadi” kata Edi Mangun menyampaikan penghargaan.

Kata Edi, antrian panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Sorong disebabkan oleh adanya informasi bohong yang beredar luas yang menyebutkan adanya kelangkaan BBM, namun hal ini dibantah tegas pihak Fuel Terminal Pertamina Sorong dengan menunjukkan data pasokan BBM yang jauh sangat aman, dan hal ini pun dibuktikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Sorong yang langsung menggelar Inspeksi guna memastikan ketersediaan BBM untuk melayani pelanggan. [dwi]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.