Dorong Ekonomi Kampung, Kemenkominfo Gelar Literasi Digital Sasar UMKM Papua Barat 1 PicsArt 11 22 01.01.06
UMKM Papua Barat ikut Literasi Digital dari Kemenkominfo [Foto: DAVID]
Metro Daerah Ekonomi & Bisnis

Dorong Ekonomi Kampung, Kemenkominfo Gelar Literasi Digital Sasar UMKM Papua Barat

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktual.co – Kementrian Komonikasi dan Informatika (kemenkominfo) RI melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) menggelar pekan literasi digital menyasar sektor Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di wilayah adat Doberay, Papua Barat.

Para pelaku UMKM yang terlibat dalam acara literasi digital tersebut diantaranya, perwakilan dari kabupaten Raja Ampat, kabupaten Maybrat, kabupaten Tambrauw, kabupaten Sorong Selatan, kabupaten Sorong, dan kota Sorong yang berlangsung di salah satu hotel, kota Sorong, Papua Barat, Minggu 21/11/2021 malam.

Ketua panitia, Richard Charles Tawaru dalam sambutan menyampaikan, kegiatan literasi digital ini sebelumnya telah digelar di beberapa kabupaten lain dan berjalan dengan sukses. Menurutnya literasi ini dilakukan guna mendorong dan mempercepat produktivitas dan inovasi ekonomi kampung di tanah Papua dengan teknologi.

Terutama kawasan timur Indonesia (Papua Barat) yang terkenal dengan berbagai kekayaan sumber daya alam (SDA) mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan, hingga berbagai potensi pariwisata yang belum tergarap. Yang mana mayoritas UMKM ini berasal dari sektor ritel dan perdagangan, disusul dengan sektor makanan dan minuman.

“Meski banyak hal yang belum sempat digali dalam kegiatan ini, namun maksud dan tujuan dari literasi digital ini agar masyarakat Papua yang berada di pelosok-pelosok hingga kampung/desa terpencil dapat mengakses informasi berbasis teknologi guna meningkatkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, dia mengakui terdapat banyak persoalan yang telah dihadapi dengan berbagai keterbatasan yaitu menyangkut kesiapan secara teknis. “Ada beberapa hal yang kita sampaikan bahwa awal kita minta 100 orang peserta kemudian berkurang. Kita anggap ini persoalan teknis yang dihadapi. Namun, ini merupakan langkah awal sehingga tahun – tahun akan datang semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tawaru berharap literasi digital ini, sebagai rakyat di tanah Papua dapat melakukan dan memberikan yang terbaik, sehingga mampu bersaing dengan saudara – saudara yang ada di Indonesia. “Untuk itu, sebagai rakyat di tanah Papua saya berharap kedepan peserta literasi dapat berikan yang terbaik dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tutupnya. [dav]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.