Buron Dan Masuk DPO, Tersangka Korupsi Dinas Pertambangan Raja Ampat Ditangkap 1 Tsk. kasus korupsi BT
BT (baju merah) bersama tim Kejari Sorong. [Foto: ist]
Metro Hukrim

Buron Dan Masuk DPO, Tersangka Korupsi Dinas Pertambangan Raja Ampat Ditangkap

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktual.co – Tersangka Korupsi Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010 silam akhirnya ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong Kamis, 25 November 2021 pukul 18.35 WIB.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan BT yang tak lain adalah Direktur PT. Fourking Mandiri dan beralamat di kelurahan Waisai, kecamatan Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.360.811.580,- (satu miliar tiga ratus enam puluh juta delapan ratus sebelas ribu lima ratus delapan puluh rupiah).

Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Nomor: Print-1761/R.2.11/Fd.1/10/2021 tanggal 9 November 2018. Selain itu BT diduga melanggar pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Selasa 23 November 2021 Tim Tabur mendapatkan informasi, kemudian Tim langsung bergerak melakukan pelacakan dan pemantauan hingga hari Kamis 25 November 2021 dan setelah berkoordinasi Tim Tabur berhasil mendapatkan tersangka BT yakni buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berada di kos-kosan jalan Karet Pedurenan Raya, nomor 60, Setiabudi, Jakarta Selatan. Selanjutnya Tim Tabur mengamankan dan membawa BT ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk dilakukan pemeriksaan. Setelahnya, pada Jumat 26 November 2021 dengan menggunakan pesawat tersangka BT diberangkatkan ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat sesudah itu diberangkatkan ke Kejaksaan Negeri Sorong untuk kepentingan penyidikan.

Diterangkan bahwa tersangka BT sudah dipanggil secara patut sebagai saksi oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong namun BT tidak pernah datang untuk memenuhi panggilan yang sudah disampaikan. Oleh karena itu yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung.

Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan mengimbau kepada seluruh DPO untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. [red]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.