Mengenal Sosok Jhonny Edison Isir, Eks Ajudan Jokowi Yang Jabat Kapolrestabes Surabaya 1 IMG 20200512 WA0006
Jhonny Edison Isir, Putra Terbaik Papua Yang Jabat Kapolrestabes Surabaya. [Foto: Istimewa]
Nasional Metro

Mengenal Sosok Jhonny Edison Isir, Eks Ajudan Jokowi Yang Jabat Kapolrestabes Surabaya

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, BeritaAktual.co Gerbong mutasi Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di jajaran Polri kembali bergulir. Awal Mei 2020, Kapolri Jenderal Pol Idham memberikan tugas baru kepada 271 Pati dan Pamen di berbagai wilayah Indonesia. 

Mutasi dan promosi jabatan tertuang dalam dua Surat Telegram Kapolri, yakni Nomor: ST/1377/V/KEP./2020 dan ST/1378/V/KEP./2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Telegram tertanggal 1 Mei 2020 itu diteken Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Sederet Jenderal pun turut dimutasi berdasarkan telegram ini. Begitu pula para pamen yang memegang jabatan strategis semacam Kapolrestabes (dulu Kapolwiltabes) dan Kapolres.

Di jajaran pamen itu, terdapat kisah menarik di Kota Surabaya. Kapolri Idham Azis memutasikan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menjadi penyidik tindak pidana utama tingkat II Bareskrim Polri. Selanjutnya, posisi yang ditinggalkan Sandi diisi oleh Kombes Pol Jhonny Edison Isir yang tak lain adalah Putra Asli Papua.

Saat ini, Jhonny masih bertugas sebagai Kapolrestabes Medan, pergantian jabatan ini tertuang dalam Telegram 1377. Menariknya, Sandi dan Jhonny sama-sama lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) alias peraih penghargaan Adhi Makayasa. Sandi lulusan terbaik Akpol 1995, sementara Jhonny alumnus terbaik 1996 Yon Wirasatya.

Menariknya tak hanya itu, bukan kali ini saja Jhonny mengikuti jejak kakak kelasnya itu. Dalam riwayat karier Sandi yang pernah bertugas sebagai Kapolrestabes Medan pada 2016, jabatan itu pula yang pernah disandang Jhonny sejak 20 Desember 2019 sebagai Kapolrestabes Medan dari jabatan sebelumnya Analis Kebijakan Madya Bidang Pembinaan Karier Staf Sumber Daya Manusia (Binkar SSDM) Polri.

Jhonny  Edison Isir, Pria kelahiran 7 Juni 1975 itu tercatat sebagai ajudan Presiden RI Jokowi berdarah Papua pertama sepanjang sejarah Indonesia. Suami dari Astrid Alice Parera itu merupakan lulusan terbaik Akpol 1996 yang berpengalaman dalam bidang reserse. 

Bagi Jhonny, bertugas di Surabaya bukan lah hal baru. Di awal-awal karirnya, polisi kelahiran Jayapura, Papua ini cukup lama berkutat di Kota Pahlawan itu. Dia antara lain pernah menjadi, Pamapta Polres Dili Timor Timur (1997-1998), Kasat Serse Polres Maliana Timor Timur (1998-1999), Kasat Sabhara Polres Dili (1999), KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jatim (Desember 1999-Juli 2000), Kanit Resintel Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara Polda Jatim (2000-2001), Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan (2003-2005), Kanit I Sat II Ekonomi Dit Reskrim Polda Jatim (2007-2008), Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008-2009), Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jatim (2009-2010), Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jatim (2010-2011), Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim (2011-2012), Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua (2012-2013), Kapolres Jayawijaya (2013-2014), Kapolres Manokwari (2014-2016), Waditreskrimum Polda Banten (2016), Dosen Utama STIK PTIK (2016), Ditreskrimsus Polda Riau (2017).

Hal ini juga dibenarkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam rilis yang diterima BeritaAktual.co Senin, 11 Mei 2020 malam, bahwa benar mereka adalah lulusan terbaik di angkatannya. Menurut Argo, terkait mutasi dan promosi jabatan merupakan hal biasa di organisasi Polri, karena mutasi adalah bagian dari regenerasi kepemimpinan.

“Mutasi jabatan sebagai regenerasi, tour of area dan dalam rangka mengoptimalkan kinerja organisasi,” jelasnya. [sus/dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.