Tegas Rico Sia, Harga Mati Pembangunan Smelter Harus di Tanah Papua 1 IMG 20200630 WA0093
Anggota DPR-RI Komisi VII (7) Dapil Papua Barat, Rico Sia BE, S.E, M.Si. saat gelar RDP secara Virtual bersama para Anggtota DPR RI, Komisi VII dengan Dirut PT Inalum (Persero), Dirut PT Antam, Tbk, Dirut PT Bukit Asam, Tbk, Dirut PT Timah, Tbk, dan Presdir PT Freeport Indonesia. Selasa, 30 Juni 2020. [Foto: BA]
Metro Nasional

Tegas Rico Sia, Harga Mati Pembangunan Smelter Harus di Tanah Papua

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, BeritaAktual.co – Anggota DPR-RI Komisi VII (7) Dapil Papua Barat, Rico Sia BE, S.E, M.Si dengan tegas mengatakan, untuk rencana pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian hasil tambang (Smelter) PT Freeport Indonesia adalah harga mati harus dibangun di tanah Papua.

Hal ini dikatakan Rico dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara Virtual antara Komisi VII DPR RI dengan Dirut PT Inalum (Persero), Dirut PT Antam, Tbk, Dirut PT Bukit Asam, Tbk, Dirut PT Timah, Tbk, dan Presdir PT Freeport Indonesia yang membahas tentang, Kinerja BUMN tambang di masa pandemi Covid-19, Kontribusi BUMN tambang di masa pandemi Covid-19, Proyeksi pendapatan Pemerintah sebelum dan sesudah akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia dan lain-lain. Selasa, 30 Juni 2020.

Dikatakan Legislator muda asal Papua Barat ini, jika Smelter dibangun di Papua, pastinya dapat menyerap tenaga kerja lokal sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan dengan baik. Ini juga berdasarkan amanat Undang undang No 4 Tahun 2009, dan Minerba yang mengatur tentang pertambangan Mineral dan Batubara agar hasil dari Sumber Daya Alam (SDA) bisa memberikan keuntungan yang besar untuk Indonesia khususnya Papua.

“Hak orang Papua harus diperjuangkan. Jadi, Smelter harus tetap dibangun di area tambang yaitu di Papua,” kata Rico melalui sambungan telepon usai rapat Selasa, 30 Juni 2020.

Akan jadi pertanyaan besar mengapa Smelter dibangun di luar Papua sementara wilayah pertambangannya ada di Papua. Jika dahulu lanjut Rico, ada kesalahan mekanisme pembangunan di sana sebaiknya diselesaikan bukan dialihkan ke tempat lain.

Untuk itu Rico harap kepada Pemerintah juga PT Freeport segera menyelesaikan problematika pembangunan smelter tersebut. ini demi kebaikan bersama, terutama masyarakat Papua agar tidak terus mendapatkan janji janji SURGA yang tidak pernah terealisasi 

“Bangun Smelter di Papua bagian dari hak dan kesejahteraan orang papua,” pungkasnya. [dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

2 Replies to “Tegas Rico Sia, Harga Mati Pembangunan Smelter Harus di Tanah Papua

  1. Smelter sesungguhnya Harus bangun di Papua lokasi asal tambangnya selagi mayoritas saham sudah nasional bukan asing lagi jadi pemerintah harus buka diri kepada orang Papua bahwa upaya pemerintah mensejahterakan rakyatnya itu dapat terwujud dengan nyata bukan janji. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.