Perekonomian Papua Barat Tahun 2020 Menurun, 2021 Diperkirakan Kembali Pulih  1 20201204 214145
Inflasi perekonomian papua barat 2020 [Foto: istimewa]
Nasional Ekonomi & Bisnis

Perekonomian Papua Barat Tahun 2020 Menurun, 2021 Diperkirakan Kembali Pulih 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Sejalan dengan perekonomian global dan nasional dari tahun ke tahun, perekonomian di Provinsi Papua Barat tahun 2020 menurun, namun diperkirakan kembali kuat di tahun 2021. Ini sebagaimana disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rut W. Eka Trisilowati dalam sambutan di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah yang berlangsung di Manokwari. Kamis, 03 Desember 2020.

Pertemuan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” ini dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat, Kepala Daerah seluruh Kabupaten/kota di Papua Barat, DPR Provinsi Papua Barat,  Pangdam XVIII Kasuari, Pangkoarmada III TNI AL Sorong, Kapolda Papua Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kepala Badan Intelijen Negara Papua Barat, Kepala OPD dan Pimpinan lembaga vertikal di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Pimpinan Perbankan dan Akademisi.

Perekonomian Papua Barat Tahun 2020 Menurun, 2021 Diperkirakan Kembali Pulih  2 IMG 20201204 WA0011
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah yang berlangsung di Manokwari. Kamis, 03 Desember 2020 [Foto: istimewa]
Dikatakan Ruth, perekonomian yang menurun di tahun 2020 ini diperkirakan berada di bawah pertumbuhan ekonomi tahun 2019. Penurunan ini dipengaruhi oleh kinerja sebagian besar sektor ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang mengakibatkan kinerja ekspor menjadi kurang optimal, lantaran harga komoditas ekspor utama, yaitu LNG yang menurun di tengah penurunan permintaan dunia. 

Begitu juga dengan kinerja investasi, terpantau juga menurun seiring dengan perilaku investor yang diperkirakan masih berjaga-jaga dan menunda investasi. Kendati demikian, kinerja konsumsi mampu berdaya tahan, yakni konsumsi rumah tangga masih tumbuh positif seiring stimulus yang diberikan oleh pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menurut Ruth, program pemerintah tersebut terus diakselerasi menggerakan ekonomi Papua Barat melalui dana APBN maupun APBD. Demikian juga Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga ditopang oleh penyelenggara pilkada serentak di 9 kabupaten/kota di papua barat. 

“Pada 2021, kami perkirakan ekonomi akan tumbuh meningkat seiring optimisme pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi didorong oleh optimisme penemuan vaksin dan penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang berimplikasi pada geliatnya ekonomi papua barat. Di samping itu, sinergi antar instansi, pelaku usaha, dan akademisi diperlukan dalam rangka mendorong ekonomi menjadi lebih maju dan berdaya tahan,” ujarnya.

Perekonomian Papua Barat Tahun 2020 Menurun, 2021 Diperkirakan Kembali Pulih  3 20201204 214101
Ekonomi papua barat 2020 diperkirakan menurun, namun diperkirakan akan membaik di 2021 [Foto: istimewa] 
Dari sisi inflasi papua barat pada 2020 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun lalu (2019) yang tercatat 2,68 % (yoy). Dimana inflasi tersebut lebih rendah dibanding sasaran inflasi nasional yang berkisar 3±1% (yoy). Sementara pada 2021, inflasi diperkirakan akan meningkat terbatas dan berada pada level 3±1% (yoy). Yang mana meningkatnya inflasi terutama itu disebabkan oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring optimisme pemulihan ekonomi. 

“Apabila berkaca terhadap kondisi inflasi saat ini, rendahnya inflasi pada 2020 disumbang oleh terkoreksinya kelompok inflasi volatile food, rendahnya inflasi administered prices, serta sedikit penurunan inflasi inti. Terjadinya inflasi pada tahun ini tentu tidak terlepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh daerah di Papua Barat. Oleh karenanya, kami mengapresiasi terhadap kinerja dari TPID dan koordinasinya yang sangat baik sehingga mampu mengawal inflasi di Papua Barat,” terangnya. 

Perekonomian Papua Barat Tahun 2020 Menurun, 2021 Diperkirakan Kembali Pulih  4 20201204 214400
Stabilitas sistem keuangan terjaga [Foto: istimewa]
Wakil Gubernur Papua Barat, M Lakotani mengapresiasi kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat yang secara rutin menggelar pertemuan evaluasi kinerja ekonomi serta prospek ekonomi setiap tahunnya. “Saya mengapresiasi bank indonesia perwakilan papua barat yang secara rutin menyampaikan perkembangan perekonomian di papua barat. Dengan begitu kiranya evaluasi perekonomian tahun 2020 serta pemaparan prospek ekonomi tahun 2021 dapat memberikan manfaat dalam penyusunan strategi pembangunan ekonomi di provinsi papua barat dalam menghadapi tantangan persaingan global, terutama di tengah kondisi yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Dalam melaksanakan peran mengelola dan mengembangkan ekonomi daerah, pemerintah menyadari, bank indonesia mengemban fungsi advisory kebijakan dalam pengendalian inflasi serta pengembangan ekonomi dan keuangan daerah. Dalam hal ini, Bank Indonesia berperan sebagai mitra strategis dalam menjaga kestabilan harga dan tingkat inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian Papua Barat Tahun 2020 Menurun, 2021 Diperkirakan Kembali Pulih  5 20201204 214258 1
Pembembangan UMKM (Foto: istimewa]

“Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020, tidak dapat dipungkiri sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Masifnya penyebaran virus tersebut, telah memaksa hampir seluruh negara di dunia untuk menutup akses dengan negara lain. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi perekonomian seiring dengan terbatasnya perdagangan, menurunnya konsumsi, serta sulitnya arus keluar masuk barang ke berbagai tempat di seluruh dunia. Dampak tersebut juga dirasakan oleh provinsi papua barat, berbagai komoditas unggulan seperti LNG, produk perikanan, dan produk pertanian lainnya, menghadapi berbagai tantangan seiring dengan menurunnya konsumsi di negara mitra serta turunnya harga berbagai komoditas dunia,” terangnya. 

Untuk menanggulangi hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi kondisi saat ini. Ditengah penyebaran virus yang semakin masif, langkah-langkah pembatasan aktivitas masyarakat terpaksa harus diambil demi menjaga keselamatan seluruh masyarakat papua barat. Namun demikian, disadari bahwa berbagai pembatasan aktivitas tersebut, telah memukul berbagai sektor ekonomi, di tengah upaya para pelaku usaha untuk bangkit dan memulihkan usahanya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah provinsi papua barat dalam mendukung pemulihan ekonomi, yaitu melalui penyaluran barang kebutuhan pokok (bapok) kepada masyarakat yang telah berjalan sejak April 2020. “Penyaluran bapok yang terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram, dan tepung 1 kilogram disalurkan kepada 259.085 penerima di 12 kabupaten dan 1 kota dalam 3 tahap melalui Lembaga Sosial Keagamaan dengan total belanja anggaran sebesar Rp 50 miliar,” terangnya. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.