Gubernur Papua Barat, SK Hutan Adat Akan Ditindaklanjuti Dalam Pergub dan Perda 1 IMG 20210108 202405 scaled
Caption : Foto Bersama para penerima SK Hutan Sosial, SK Hutan Adat, dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA)/sus
Metro Nasional

Gubernur Papua Barat, SK Hutan Adat Akan Ditindaklanjuti Dalam Pergub dan Perda

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat F.H. Runaweri, mengikuti secara virtual Penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial, SK Hutan Adat, dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) oleh Presiden RI Joko Widodo.

Acara virtual diikuti oleh 34 Provinsi se-Indonesia termasuk Provinsi Papua Barat. acara virtual di Provinsi papua barat juga Gubernur Papua Barat selain didampingi kepala dinas teknis terkait juga didampingi sejumlah pejabat Eselon I atau II Kementerian LHK.

Selain itu, para peserta penerima dari masyarakat terpantau tetap dengan memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Presiden Joko Widodo dalam sambutan singkatnya mengatakan, bahwa secara keseluruhan SK yang telah diserahkan kiranya bisa menjadi jawaban atas konflik atau sengketa agraria yang ada, dan kerap terjadi ditengah – tengah masyarakat.

Sementara terkait dengan ketimpangan ekonomi, kepada pemerintah provinsi dan daerah dihimbau untuk mendorong terus kebijakan sosial dan performa agraria.

Diserahkan 2.929 Sk Perhutanan Sosial di seluruh Indonesia, luas 3.442.000 Ha yang akan bermanfaat bagi 651.000 KK. Selain itu juga terdapat 35 SK Hutan Adat seluas 37500 Ha, dan 58 SK Tora, dengan luas 72.000 Ha di 17 Provinsi,” jelasnya.

Provinsi Papua Barat : Hutan Sosial seluas 65.000 hektar, yang akan bermanfaat bagi 7.240 KK, selain itu Hutan Adat bagi 5.624 KK dan Alokasi Tora tanah seluas 15.600 hektar dan Provinsi Papua : Hutan Sosial 81ribu hektar bagi 3.40 KK dan alokasi Tora tanah seluas 271.100 Hektar.

“Saya tidak ingin ini hanya sekedar membagi bagi SK saja. Jadi ini harus di kembangkan, dan tidak boleh lahannya ditelantarkan. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik agar dapat meningkatkan nilai ekonomi usaha.

Sehingga wajib masyarakat penerima SK ini untuk merumuskan apa yang nanti akan dilakukan dalam pengelolaannya agar nermanfaat. Kemudian saya ingatkan, jangan terima sertifikat ini dan dipindah tangankan ke orang lain, meski saya di jakarta, saya akan monitoring ke daerah.

Jadi saya sarankan untuk tanah ini bisa nanti dikembangkan menjadi bisnis yang bernilai ekonomi menjanjikan. Salah satunya bisnis Eko Wisata, Bio Energi, dan pengelolaan hasil hutan, dan Industri Kayu Rakyat,” ucap Jokowi.

Dan kelompok usaha – usaha perhutanan, agar mereka dibantu modal usahanya dan pembinaan dan pendampingan pengelolaan usaha mereka diatas lahan itu dengan baik, agar seperti daerah lahan yang disekitar pedesaan setidaknya masyarakat sekitar mendapatkan asas manfaat yang baik.

Sehingga jika cara – cara ini dilakukan dengan baik, maka dipastikan masyarakat dapat sejahtera dan keadilan ekonomi rakyat indonesia akan terjamin, tanpa menganggu fungsi dan ekosistem hutan,” bebernya.

Jadi intinya asas manfaatnya secata keseluruhan patut dirasakan secara meluas oleh masyarakat kita,”Harap Presiden Jokowi menambahkan.

Sementara Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menuturkan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi langkah – langkah kebijakan yang telah dibuat oleh presiden Jokowi. “Saya berharap kepada masyarakat penerima Surat Keputusan (SK) ini agar dapat benar – benar memanfaatkan kegunaannya sebagai bentuk pengelolaan lahan potensial,” tuturnya kepada sejumlah wartawan, Kamis 07 Januari 2021.

Kepada mereka yang telah menerima SK Hutan Sosial ini, agar supaya bisa dimanfaatkan penggunaannya dengan baik. Dan bisa menjadi bagian lahan – lahan potensial yang kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, untuk SK hutan adat akan kita tindak lanjut didalam Pergub dan Perda dan kemudian akan diserahkan kepada masyarakat adat,” tandas Kepala suku besar Arfak ini. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.