Satu Lagi Manfaat Industri Hulu Migas, Segera Terwujud di Kabupaten Teluk Bintuni 1 IMG 20210326 WA0002
Metro Nasional

Satu Lagi Manfaat Industri Hulu Migas, Segera Terwujud di Kabupaten Teluk Bintuni

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Selama 3 hari, Tim Pendahuluan PT Pupuk Indonesia bersama SKK Migas – GOKPL Dan BP melakukan kunjungan survey pendahuluan untuk persiapan investasi pembangunan pabrik Pupuk Indonesia di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa, (23/03/2021). 

Tidak hanya melakukan pemeriksaan awal kondisi calon lahan yang akan berpotensi untuk didirikan pabrik pupuk, di sekitar lokasi area LNG Tangguh, tim juga menyempatkan melakukan kunjungan ke Pemkab Teluk Bintuni dan Pusat Pelatihan Teknik Industri & Migas (P2TIM).

Nara Nilandaroe, selaku General Manager Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Genting Oil Kasuri, mendukung rencana dibangunnya pabrik pupuk di Teluk Bintuni, guna memanfaatkan hasil alam gas bumi dari tanah Papua, yang tentunya produk pupuknya juga bisa langsung dinikmati oleh masyarakat Papua.

“Suku Sumuri penduduk asli distrik Sumuri dimana lapangan Asap, Merah dan Kido berada, mempercayai jika ada tamu disambut hujan. Tamu itu akan membawa rezeki untuk mereka. (Kondisi pada saat kunjungan lapangan memang turun hujan). Semoga harapan mereka dari PT Pupuk Indonesia dapat terwujud” kata Nara dalam apresiasinya.

Satu Lagi Manfaat Industri Hulu Migas, Segera Terwujud di Kabupaten Teluk Bintuni 2 IMG 20210326 WA0000
Tim Pendahuluan PT Pupuk Indonesia bersama SKK Migas – GOKPL Dan BP melakukan survey 3 hari ke kabupaten Teluk Bintuni [Foto: istimewa]

Sementara itu Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Indonesia, Arif Fauzan mengungkapkan ketertarikan membangun pabrik pupuk karena di Kabupaten Teluk Bintuni cadangan sumber gas bumi yang cukup banyak. “Harapannya Pupuk Indonesia Group bisa segera tercapai membangunnya di Teluk Bintuni, setelah didapatkan lokasi tanah/lahan yang bisa digunakan,” ujarnya.

Kesempatan terpisah, dalam acara temu jurnalis di kota Ambon Rabu, (24/03/2021), Pjs Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu, Galih Agusetiawan menyampaikan, bahwa dalam upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dalam bentuk gas bumi yang ada di Provinsi Papua Barat, industri turunan yang bahan baku produksinya yaitu gas bumi, pasti tertarik untuk melakukan bisnisnya di daerah yang dekat sumber alamnya. 

“Kehadiran dan akan maraknya industri-industri turunan karena telah ditemukannya cadangan migas yang siap diproduksikan oleh industri hulu, adalah merupakan salah satu dari 12 dampak Positif yang dihasilkan dari kegiatan hulu migas di daerah” jelas Galih.

“Kehadiran industri turunan hulu migas, tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi pendapatan negara, tetapi tentunya membuka peluang peluang baru, baik manfaat langsung produk pupuk yang dihasilkan, maupun terbukanya peluang penyerapan tenaga kerja di wilayah Papua Barat” tambah Galih. 

Satu Lagi Manfaat Industri Hulu Migas, Segera Terwujud di Kabupaten Teluk Bintuni 3 IMG 20210326 WA0003
Pusat Pelatihan Teknik Industri & Migas (P2TIM) di kabupaten Teluk Bintuni. [Foto: istimewa]

Dijelaskannya, kegiatan industri hulu migas memiliki 12 dampak positif bagi pemerintahan daerah dan masyarakat disekitar daerah operasi. Diantaranya 5 dampak positif yang bisa dirasakan langsung nantinya, yaitu manfaat dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dan juga CSR. Dampak dari Dana Bagi Hasil (migas) yang dibagikan ke provinsi dan Kabupaten menjadi dampak positif paling terasa nantinya setelah lapangan dapat berproduksi berdasarkan keekonomiannya.

Dampak positif lainnya adalah peluang keikutsertaan pengelolaan PI 10%, serta dampak positif terciptanya lapangan pekerjaan oleh masyarakat daerah operasi, juga akan diterimanya Pajak & Retribusi daerah  dan diterimanya PBB Migas. 

Selain dampak positif langsung, juga terdapat 5 dampak positif tidak langsung, yaitu: Bisnis penyedia barang dan jasa lokal maupun BUMD/BU lokal bisa merasakan peningkatan hasil usahanya. Juga beberapa infrastruktur yang digunakan untuk fasilitas penunjang operasi bisa digunakan bersama masyarakat daerah operasi. Terjaganya pasokan minyak bumi untuk BBM dan pasokan gas untuk bahan bakar kelistrikan menjadi bagian dari dampak positif. 

“Terbukanya peluang berbisnis bagi industri turunan, karena adanya sumber energi yang ditemukan, seperti yang akan dilakukan PT Pupuk Indonesia di Bintuni, adalah melengkapi siklus 12 manfaat positif adanya kegiatan hulu migas di daerah” tutup Galih menjelaskan. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.