Indonesia Mandiri Dan Berdaulat, Rivalitas Pribadi Kelompok Harus Ditanggalkan 1 IMG 20210416 WA0064
Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi NasDem Dapil Papua Barat, Rico Sia [Foto: sonia]
Nasional Metro

Indonesia Mandiri Dan Berdaulat, Rivalitas Pribadi Kelompok Harus Ditanggalkan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, BeritaAktual.co Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia mengatakan, untuk mencapai Indonesia Emas, Mandiri dan Berdaulat di tahun 2045, adalah dengan cara membalikkan keadaan Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen. Dari negara yang selama ini menjadi incaran produk-produk manca negara, menjadi negara yang mengekspor berbagai produk ke berbagai negara. 

“Untuk menjadi negara produsen tak hanya satu sektor saja, namun di semua sektor, baik itu dunia digital maupun sektor lain, salah satunya adalah dunia farmasi. Tak ada waktu lagi, itu harus dilakukan mulai dari sekarang,” ungkap Rico Sia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 16 April 2021.

Indonesia Mandiri Dan Berdaulat, Rivalitas Pribadi Kelompok Harus Ditanggalkan 2 IMG 20210416 WA0063
Legislator adal Papua Barat, Rico Sia [Foto: Sonia]
Legislator asal Papua Barat itu mengaku geram dan menyayangkan terjadinya polemik bergerak liar terkait proses pengembangan vaksin dalam negeri atau vaksin Nusantara yang diinisiasi oleh putra putri Indonesia 

“Saya gak habis pikir, mengapa ada kecenderungan vaksin Nusantara bernada penolakan. Padahal bangsa ini sangat berkepentingan untuk segera memiliki vaksin produksi dalam negeri guna mengatasi pandemi Covid-19,” ujar Rico. 

Kata Rico, saat ini pemerintah sedang fokus pada program vaksinasi, sedangkan vaksin yang ada saat ini yang didatangkan dari negara luar, masih tak cukup memenuhi program vaksinasi rakyat Indonesia secara serentak. 

“Kalau menyaksikan kenyataan seperti ini, apakah kita sebagai anak bangsa harus tinggal diam? Tentu kita harus mencari banyak alternatif. Kita juga wajib membantu pemerintah untuk melancarkan program vaksinasi,” urai Rico. 

Vaksinasi dalam pandemi Covid-19 seperti sekarang lanjut Rico, tentu sangat penting selain terkait dengan kesehatan, juga terkait dengan pemulihan ekonomi. “Jika program vaksinasi bisa segera merata maka diharapkan semakin cepat pemulihan ekonomi Indonesia yang tersungkur seperti sekarang,” papar Rico. 

Semua tentu sepakat bahwa proses pembuatan vaksin harus melalui proses keilmuan dan penelitian secara serius agar vaksin yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan sehingga dapat dikonsumsi secara aman oleh manusia. Namun, tambah Rico, untuk mencapai harapan itu, rivalitas pribadi, kelompok harus ditanggalkan, serta semua pihak yang berkompeten mestinya mencurahkan perhatian dan memberikan dorongan agar tekad untuk memiliki vaksin dalam negeri segera terwujud. 

“Demi kepentingan bersama, kepentingan bangsa dan negara ke depan dalam menghadapi pandemi Covid-19, segala kepentingan dan rivalitas pribadi dan kelompok harus ditanggalkan dan bersatu mendorong upaya perwujudan vaksin nasional agar kita tidak terus bergantung pada vaksin produk impor yang sewaktu-waktu bisa dihentikan secara mendadak oleh negara produsen,” terang Rico. 

Terkait penjelasan BPOM bahwa vaksin Nusantara memiliki KTD mencapai 71,4%, untuk itu Rico meminta semua pihak harus mencurahkan perhatian khusus secara serius terkait hal tersebut. 

“Tapi, saya berharap polemik tentang vaksin Nusantara dapat diselesaikan secara cepat dan arif, karena kita semua punya kepentingan yang sama, yakni memiliki vaksin dalam negeri untuk menjamin kelangsungan upaya penanggulangan virus corona dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Rico. [sonia/dwi]

@NasDem


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.