Target Indonesia Terang 2022, Rico Sia Minta PT PLN Terangi Seluruh Desa di Papua Barat Dengan SPEL Dan APDAL 1 Screenshot 20210528 192503 Video Player
Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Nasdem, Daerah Pemilihan Papua Barat, Rico Sia [Foto: istimewa]
Metro Nasional

Target Indonesia Terang 2022, Rico Sia Minta PT PLN Terangi Seluruh Desa di Papua Barat Dengan SPEL Dan APDAL

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, BeritaAktual.co Pemerintah bersama PT PLN (Persero) menargetkan seluruh Indonesia terang dialiri listrik tahun 2022 mendatang dengan rasio elektrifikasi yang mencapai 100 persen.

Direktur Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis, 27/05/2021 mengatakan, dengan strategi untuk mencapai Indonesia terang 2022, PT PLN melakukan perluasan jaringan (grid extension).

Untuk itu, pihaknya bisa mendapat suntikan modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 12,02 triliun, yang mana dana tersebut bisa melistriki seluruh wilayah Indonesia hingga 100 persen di 2022 mendatang. Menurut Rida, jika tidak diberikan suntikan modal, ia memprediksi target rasio elektrifikasi 100 persen bisa jadi melenceng hingga ke tahun berikutnya.

 

Menanggapi paparan Direktur Ketenagalistrikan, Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Nasdem, Daerah Pemilihan Papua Barat, Rico Sia meminta Direktur Ketenagalistrikan (Gatrik) bersama PT PLN memprioritaskan suplai aliran listrik di seluruh pelosok yang ada di Provinsi Papua Barat dengan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) atau tabung listrik serta Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL).

Ini ditegaskan Rico karena terdapat beberapa kabupaten di Papua Barat yang belum dialiri listrik secara maksimal, yakni di pulau RAAM distrik Sorong Kepulauan yang mana sebagian masyarakatnya masih menggunakan genset secara bersama. Begitu juga yang dialami masyarakat Pegunungan Arfak (Pegaf) Manokwari, belum menikmati listrik secara menyeluruh.

“Contoh di kota Sorong ada pulau Raam, sebagian masyarakat disana masih menggunakan genset untuk dipakai bersama, bahkan mereka patungan untuk beli bensin. Di Manokwari daerah pegunungan Pegaf juga terjadi hal yang sama, masyarakat di sana rumah rumahnya belum terang dengan listrik,” papar Legislator muda Papua Barat itu.

Upaya dari PT PLN melistriki 433 desa di tahun 2022 kata Rico sangat diapresiasi, namun perlu dicatat, sebagai daerah yang menjadi prioritas, diharapkan masyarakat di Provinsi Papua Barat dapat menikmati listrik secara menyeluruh. Hal ini juga seharusnya menjadi catatan bagi PLN jika terdapat rumah tangga yang masih belum merasakan aliran setrum mencapai 542.124 sementara jumlah desa yang belum teraliri listrik mencapai 346 desa. [dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.