NasDem Tolak Gedung DPR Jadi RS Darurat, Usul Potong Gaji Untuk COVID 1 1561621345
Waketum Partai NasDem, juga sebagai Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Ali Ahmad [Foto: istimewa]
Nasional

NasDem Tolak Gedung DPR Jadi RS Darurat, Usul Potong Gaji Untuk COVID

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, BeritaAktual.co Partai Nasional Dekoktat (NasDem) tak setuju dengan usulan dari Partai Demokrat (PD) menjadikan gedung DPR RI sebagai Rumah Sakit Darurat COVID-19. Justru NasDem balik mengusulkan agar seluruh anggota DPR memotong gaji untuk urunan sewa hotel, kemudian menjadikannya sebagai tempat isolasi pasien COVID-19.

“Permasalahan sekarang ini kan untuk ruang inap pasien. Kalau itu permasalahannya, pertanyaannya, apa hanya sekadar gedung yang bisa menampung, atau yang memiliki fasilitas? Kalau gedung DPR punya fasilitas nggak?” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem, Ahmad Ali kepada wartawan sebagaimana dikutip dari detik.com. Jumat (9/7/2021).

Ahmad Ali yang juga sebagai Ketua Fraksi NasDem DPR menuturkan, saat ini banyak hotel-hotel yang sepi konsumen. Hotel-hotel yang sepi itu bisa disewa untuk digunakan sebagai tempat isolasi, dengan begitu, pemilik hotel juga terbantu.

“Nah sekarang masih begitu banyak hotel-hotel yang hari ini, yang secara okupansi masih sangat rendah karena COVID ini. Nah ini yang kemudian disarankan untuk kita bisa jadikan tempat isolasi,” ucap Ahmad Ali.

Ia juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 merupakan ‘musuh’ bersama, dan meminta agar seluruh elemen masyarakat membantu penanganan COVID-19 sesuai kemampuan.

“Jadi permasalahan penanganan pandemi ini tidak bisa lagi menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi harus menjadi tanggung jawab bersama untuk kemudian dikerjakan bersama-sama. Jadi, siapa yang punya uang membantu uang, siapa yang punya tempat membantu tempat,” tuturnya.

Kembali ke usul Partai Demokrat menjadikan gedung DPR sebagai RS Darurat COVID-19. Ahmad Ali sebetulnya tidak mempersoalkan usulan tersebut. Namun, dia menilai gedung DPR memerlukan berbagai fasilitas penunjang supaya bisa dijadikan RS Darurat COVID-19, yang nantinya, diyakini justru menimbulkan persoalan baru.

“Kalau kemudian gedung DPR, nanti di sana akan tambah buat kamar, buat kasur dan lain-lain. Bisa menjadi persoalan baru. Kalau di hotel-hotel, punya kamar-kamar dan lain-lain, permasalahannya di mana? Ayo,” terangnya.

Ahmad Ali pun mengusulkan kepada seluruh anggota DPR untuk memotong gajinya. Uang tersebut kemudian dikumpulkan untuk menyewa hotel. Selanjutnya, hotel tersebut dijadikan tempat isolasi.

“Kalau kemudian hotel bintang 3, hotel bintang 4, hotel melati, ini kalau memang anggota DPR mau berpartisipasi, saya mengusulkan ayo anggota DPR potong gaji berapa bulan untuk kemudian kita sumbangkan untuk menyewa tempat supaya masyarakat bisa terbantu. Fraksi NasDem siap kok untuk potong gaji 5 bulan, 6 bulan kok untuk membantu. Supaya kita bisa solutif,” papar Ahmad Ali.

Selai Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa partai juga mengusulkan agar gedung DPR dijadikan RS Darurat COVID-19, Namun tak sedikit Partai lainya menolak usulan tersebut. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.