News Cafe Jurnalistik, Transformasi Media Massa ke Era Digital 1 Screenshot 20210928 224402 PPT Reader
News Cafe Jurnalistik [Foto: istumewa]
Nasional Metro

News Cafe Jurnalistik, Transformasi Media Massa ke Era Digital

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membuat semua hal menjadi lebih mudah, baik pekerjaan, hobby sampai dengan kebutuhan rumah tangga. Bukan hanya orang dewasa. Anak anak muda milenial pun mulai meninggalkan media konvensional dan lebih mengakses dunia internet seperti aplikasi Whatsapp, Facebook, Youtube, Instagram, Twitter dan sebagainya yang menyuguhkan berbagai konten menarik.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat itu, tak sedikit banyak perusahaan media massa konvensional beralih ke digital. Lantas bagaimana media massa pers menyikapi gelombang disrupsi digital tersebut.

Yosep Suprayogi wartawan senior Tempo Media dalam kegiatan News Cafe yang diselenggarakan Yayasan Bursa Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) bekerjasama dengan pemerintahan Australia melalui Lembaga Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK) di Sorong, Papua Barat belum lama ini mengatakan, media massa pers merupakan alat atau sarana penyampaian informasi baik pendidikan, hiburan, kontrol sosial kepada masyarakat luas, melalui media cetak maupun elektronik. Dengan perkembangan zaman adanya gelombang disrupsi, tak sedikit jumlah penggunanya makin bertambah dan meningkat seiring dengan berkembang variasi media komunikasi berbasis internet.

News Cafe Jurnalistik, Transformasi Media Massa ke Era Digital 4 Screenshot 20210928 224417 PPT Reader
Data jumlah koneksi ponsel di Indonesia per Januari 2021. [Foto: istimewa]
Berdasarkan data per Januari 2021, Yosep memaparkan jumlah koneksi ponsel di Indonesia mencapai 345,3 juta, atau 125,6 persen lebih banyak dari total populasi penduduk. Sementara untuk jaringan internet aktif di Tanah Air tercatat digunakan oleh 202,6 juta 73,3 persen dari populasi. Menurut Yosep hal ini terjadi karena adanya situasi Pandemi Covid-19 yang membawa perubahan masif sehingga mendorong semua orang beralih ke digital.

Sedangkan, pengguna Internet di Provinsi Papua tahun 2021 mencapai 2,901,936 orang, angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebanyak 2,640,160. Berbeda dengan Provinsi Papua Barat, pengguna Internet di tahun 2021 sebanyak 722,700 orang lebih tinggi dibanding jumlah tahun 2019 yakni 564,840 orang.

News Cafe Jurnalistik, Transformasi Media Massa ke Era Digital 5 Screenshot 20210928 194102 PPT Reader
Jumlah pengguna Internet di Provinsi Papua tahun dan Papua Barat. [Foto: istimewa]
Menurut Yosep, alasan orang menggunakan Internet karena internet seolah menjadi kebutuhan primer manusia yang memenuhi hampir seluruh ruang kehidupan. Mulai dari hal yang paling sederhana hingga hal yang penting semua dapat dikerjakan dengan bantuan internet. Untuk presentasi internetnya pengguna Sosial Media, Hiburan, Layanan Informasi Barang/Jasa, dan Pekerjaan menempati 51,5 persen dibandingkan yang lainnya.

“Semua menjadi lebih mudah adanya kontribusi besar teknologi internet untuk komunikasi dan berbagi informasi,” papar Yosep.

News Cafe Jurnalistik, Transformasi Media Massa ke Era Digital 6 Screenshot 20210928 224643 PPT Reader 1
Perbandingan media sosial yang digunakan. [Foto: istimewa]

Sebab itu, tak sedikit media pers mulai bergerak dalam era digital seperti berita video, halaman web situs web, termasuk media sosial yang berbasis data dan database digital. Seperti di Indonesia saat ini pembaca media digital Facebook sebanyak 65,8 persen dibanding Instagram 42,3 persen, Linkedin (in) 49,4 persen, dan Twitter 43,1 persen. Sementara Aplikasi pesan yang paling banyak digunakan adalah Whatsapp.

News Cafe Jurnalistik, Transformasi Media Massa ke Era Digital 7 Screenshot 20210928 224651 PPT Reader
Aplikasi yang paling banyak digunakan [Foto: istimewa]

Namun sisi lain tambah Yosep, kecenderungan kesehatan kerap diabaikan oleh para pengguna telepon pintar yang selalu dimanjakan dengan berbagai fitur dan pilihan kebutuhan menarik.

“Memang tidak ada yang salah dari menggunakan telepon pintar. Hanya saja, jika ponsel itu justru mengubah perilaku seseorang menjadi acuh dengan lingkungan, malas beraktivitas, terlebih parah menjadi kecanduan, meminimalisir perlu segera membatasi pemakaiannya dan menggunakan ponsel dengan bijak dan terlebih mampu dapat memberikan manfaat dari aktivitas yang dilakukan salah satunya seperti membaca dan memperoleh informasi terupdate melalui berbagi situs terpercaya dan kredibel,” pungkasnya. [ary]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.