Lawan Hoax, Antrian Panjang Dibalik Rupiah Penimbun BBM 1 IMG 20211106 WA0026 1 scaled
Antrian panjang di SPBU (foto.tim)
Nasional

Lawan Hoax, Antrian Panjang Dibalik Rupiah Penimbun BBM

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktual.co – Merebaknya informasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Sorong dan sekitarnya yang meluas melalui media sosial berdampak timbulnya kekhawatiran masyarakat dan berujung pada antrian panjang di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong.

Ironisnya situasional ini dimanfaatkan sejumlah warga dengan mengambil kesempatan di tengah sulitnya pasokan minyak yang didistribusikan hingga ke masyarakat, tentunya ulah nakal oknum-oknum tersebut terus menjadi buruan kepolisian karena telah menyalahgunakan haknya dengan membeli BBM di SPBU dan kemudian menjual dengan harga yang cukup tinggi.

Edi Mangun, Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial and Trading Regional Papua Maluku menegaskan stok BBM di Fuel Terminal Sorong masih tersedia, bahkan dipastikan dapat bertahan antara 4 hingga 5 hari kedepan, selain itu sesuai jadwal direncanakan pada tanggal 8 November 2021, kapal pengangkut BBM akan bongkar muatan sedangkan  di tanggal 9 November 2021 akan datang, kapal tanker pengangkut BBM dari Fuel Terminal Integrated Wayame akan melakukan bongkar muatan di Sorong, sehingga dengan demikian pasokan BBM dinyatakan aman.

“Menyikapi informasi yang beredar tentang kelangkaan BBM, dengan ini kami nyatakan itu merupakan berita bohong  (hoax) masyarakat telah termakan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga berbondong-bondong mengantri BBM, perlu kami tegaskan bahwa stok BBM di fuel Terminal Pertamina Sorong itu masih aman bahkan hingga 4 atau 5 hari kedepan, besok pagi ada kapal tanker membongkar BBM di Sorong, selain itu di tanggal 9 November nanti akan ada kapal tanker dari Fuel Terminal Integrated Wayame mengangkut BBM ke Sorong” jelas Edi Mangun, Minggu (7/11).

Lebih lanjut kata Edi Mangun, untuk mengatasi antrian yang terjadi di SPBU, pihak Pertamina juga telah mendistribusikan BBM ke SPBU secara bertahap guna mengurai antrian panjang, serta menindaklanjuti gerombolan penimbun BBM yang telah berhasil diungkap pihak kepolisian.

“Situasi yang dikhawatirkan tidak benar-benar terjadi, sejak Jum’at malam kami telah melakukan normalisasi ke semua SPBU, sesuai dengan jatah harian SPBU masing-masing, untuk  Sabtu kemarin pun bahkan Fuel Terminal Sorong, telah menambah pengiriman pasokan hingga lebih dari 200 persen dari pasokan harian yang normal, untuk menyelesaikan antrian panjang di SPBU, kejadian ini jika terus bertahan akan membahayakan kita semua, sebab jika isu ini tetap terus dihembuskan dan kita mempercayai maka imbasnya kepada masyarakat sendiri, perlu diketahui pihak kepolisian juga telah memeriksa oknum yang memanfaatkan kejadian ini dengan melakukan penimbunan, sebab ketika warga yang biasa mengantre dengan hanya 1 sampai 2 liter untuk motor atau 5 sampai 10 liter untuk mobil akan terhambat” lanjut Edi Mangun.

Edi Juga membantah dengan tegas terkait  isu kenaikan harga Produk Pertalite seperti yang diunggah  melalui postingan dan beredar luas di dunia maya dirinya menyatakan tidak benar.

Melalui media dirinya meminta warga kota dan kabupaten Sorong  agar melawan berita hoax yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pendistribusian Fuel Terminal Sorong telah mendistribusikan BBM ke daerah Sorong Selatan sebanyak 25 KL dan Kabupaten Sorong sebanyak 40 KL guna menanggulangi isu kelangkaan BBM ke daerah diluar Sorong yang juga terimbas dari wilayah Kota Sorong. [ary]


Bagikan berita ini
ARY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.