Pemkot Sorong Masih Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Januari 2021 1 20201125 223142
Kepala Dinas Pendidikan kota Sorong, Petrus Kurisano [Foto: jersy]
Pendidikan

Pemkot Sorong Masih Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Menteri Pendidiikan, Nadiem Makarim merencanakan proses belajar sekolah secara tatap muka atau kembali belajar di sekolah mulai 21 januari 2020, tampaknya hal itu belum akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kota Sorong, Papua Barat. 

Kepala Dinas Pendidikan kota Sorong, Petrus Kurisano yang dikonfirmasi mengatakan, sebelum memutuskan apakah kota Sorong akan menjalankan kembali proses belajar mengajar di sekolah atau tetap dengan proses belajar secara daring (online), pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong serta Walikota Sorong, Lambertus Jitmau, mengingat angka terkonfirmasi positif covid-19 di kota Sorong masih cenderung meningkat. 

“Tahun 2021 , menurut bapak menteri, sekolah dibuka dengan catatan, diserahkan sepenuhnya ke kepala daerah, gubernur, bupati, walikota yang melihat zona daerahnya, apakah sudah zona hijau atau masih merah. Kalau zona hijau yang tentukan bukan bapak menteri tetapi kepala daerah dalam hal ini gubernur, bupati atau walikota. Tetapi kalau masih zona merah covid-19 masih merajalela khusus di kota Sorong, itu belum bisa belajar tatap muka,” kata dia saat usai perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia ke 75, 25 November 2020 di SMA Negeri 3 Sorong di jalan Jendral Sudirman, kota Sorong, Papua Barat. 

Menurut Petrus, masyarakat salah mengartikan maksud dari Menteri Pendidikan untuk kembali menggelar proses belajar mengajar secara luring atau tatap muka. Yang dimaksudkan Menteri Nadiem Makarim, yakni menyerahkan sepenuhnya kebijakan kepada pemerintah daerah masing-masing, dengan memperhatikan status wilayahnya. Jika suatu wilayah sudah masuk dalam kategori zona hijau, maka proses belajar mengajar secara luring bisa segera dilakukan dan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. 

“Karena masih menjalankan proses belajar mengajar secara daring, maka pihaknya terus mencari formula-formula baru agar para siswa tidak bosan mengikuti pendidikan secara online atau daring,” pungkasnya. [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.