Hermus Indou: Pemekaran Kampung Jadi Agenda Tetap Dimasa Pemerintahan HEBO 1 IMG 20201001 WA0000
Colon Bupati Dan Wakil Bupati Manokwari, Hermus Indou dan Esi Budoyo (HEBO). [Foto: istimewa]
Politik

Hermus Indou: Pemekaran Kampung Jadi Agenda Tetap Dimasa Pemerintahan HEBO

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Calon Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan, jika pasangan calon Hermus Indou-Edi Budoyo (HEBO) terpilih di Pilkada Manokwari 9 Desember 2020, maka sudah menjadi agenda tetap siap melanjutkan program pembangunan yang sudah dilakukan oleh Mantan Bupati Manokwari, alm, Demas Paulus Mandacan.

“Saya pikir untuk pemekaran kampung yang disampaikan masyarakat itu sudah menjadi agenda tetap dari masa pemerintahan alm kabupaten manokwari (masa pemerintahan alm demas paulus mandacan dan Edy Budoyo). Jadi, saya bersama pak edy akan tetap berupaya berjuang bersama-sama melanjutkannya bersama bapak ibu sekalian untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat terutama masyarakat di tiga dusun ini,” ujar Hermus menjawab Aspirasi masyarakat 3 dusun, pada kegiatan penyampaian Aspirasi Masyarakat Dusun Binioram, Dusun Prafi Indah dan Masyarakat Dusun Yaser, Rabu 30 September 2020 di Balai Persiapan Dusun Binioram, Kampung Induk Ingkwaisi Distrik Prafi.

Dikatakan Hermus, berbicara tentang pemekaran akan disesuaikan dengan  Peraturan Pemerintah (PP) tentang pembentukan atau pemekaran kampung. Untuk persyaratannya harus memenuhi persyaratan, baik fisik wilayah maupun teknis. 

“Biasa ada tim dari pemerintah daerah yang turun melihat, selain itu juga ada tim dari pemerintah pusat yang melakukan penilaian secara langsung terhadap kelayakan dari kampung tersebut,” ujar Hermus

Pada prinsipnya lanjut dia, apa yang telah dibangun oleh alm Demas Mandacan tetap akan dilanjutkan. Sehingga diharapkan ketika tim turun ke dusun-dusun yang sudah dipersiapkan ini memenuhi persyaratan untuk dimekarkan. Hermus juga menjelaskan terkait Dana Alokasi Khusus (DAK), dana kampung dan jenis anggaran lainnya tentu secara otomatis akan ada ketika kampung-kampung yang diusulkan resmi mendapatkan SK.

“Kalau sudah punya SK kampung berarti otomatis akan mendapatkan dana “Kampung yang belum dimekarkan, dinamakan kampung persiapan yang masih masuk dalam distrik atau kampung induk. Jadi kalau ada dana kampung atau bantuan lainnya maka akan diberikan oleh pemerintah kampung Induk,” jelas Mantan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Papua Barat ini.

Hermus juga mengingatkan agar masyarakat tetap membangun hubungan komunikasi yang harmonis dengan pemerintah kampung sehingga semua bantuan dapat disalurkan secara baik. sambil menunggu pemekaran kampung yang diusulkan.

Untuk diketahui, dusun Binioram dan Prafi Indah merupakan pemekaran dari kampung Induk Ingkwaisi. Sedangkan dusun Yaser adalah pemekaran dari kampung induk Mebji Distrik Prafi, Manokwari. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.