Datangi Warga Anggrem, Edi Budoyo: Jadi Pemimpin di Manokwari Harus Punya Kasih  1 IMG 20201110 WA0041
Calon Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo kampanye bersama masyarakat Anggrem [Foto: sus]
Politik

Datangi Warga Anggrem, Edi Budoyo: Jadi Pemimpin di Manokwari Harus Punya Kasih 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Calon Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan untuk menjadi pemimpin di Manokwari dan dicintai masyarakat, pemimpin tersebut harus mempunyai jiwa kasih. Ini dikatakan Edi Budoyo saat melakukan kampanye di RT 01/RW 01 Anggrem, kelurahan Padarni, distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Selasa, 10 November 2020. 

Saat mengadakan tatap muka, ketua RT 01 Anggrem, Yopi Waromi mengatakan di wilayah Anggrem, masyarakat sebagian besar profesinya adalah nelayan dan buruh, yang mana masyarakat membutuhkan perhatian besar dari pemerintah. Dikatakan, benar pemerintah tidak bisa menjawab sekaligus semua aspirasi masyarakat, akan tetapi untuk mewujudkan kesejahteraan itu pemerintah harus fokus memperhatikan bidang ekonomi, rumah layak huni, kesehatan, dan pendidikan bagi warga. 

“Jika bapak Hermus Indou dan bapak Edi Budoyo (HEBO) terpilih nanti memimpin Manokwari, tolong perhatikan aspirasi wilayah Anggrem. Dan kami harap HEBO melanjutkan apa yang sudah berhasil dilakukan almarhum Demas Paulus Mandacan dan melanjutkan apa yang belum terlaksana,” ujarnya. 

Menanggapi hal itu, calon wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo menjelaskan untuk pendidikan TK, Paud, SD dan SMP, merupakan kewenangan pemerintah kabupaten Manokwari, yang mana pendidikan tersebut sudah digratiskan oleh pemerintah. Begitu juga dengan kesehatan, ada BPJS kesehatan untuk masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang digratiskan, hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur Papua Barat. 

“Untuk pendidikan, yang ada pungutan uang hanya seragam sekolah saat masuk di awal. Dan kalau ada kesepakatan itu biasanya antara orang tua dengan pihak komite sekolah, lain dari itu semua semua gratis. Nah, kalau untuk kesehatan sudah ditetapkan menggunakan kelas 3 gratis bagi OAP sebagaimana instruksi dari bapak gubernur. Tapi jik ada yang mau masuk kelas 1 maka tanggung jawab sendiri dengan harus membayar penambahannya, itu resikonya jika tetap di kelas 3 otomatis masyarakat tidak akan membayar,” beber mantan Pjs Bupati Manokwari Selatan ini. 

Edi menambahkan, jika masyarakat menginginkan perubahan maka, pilihlah pemimpin memang baik budi pekertinya, dan bekerja penuh kasih dan jiwa melayani masyarakat. 

“HEBO tidak menjanjikan hal yang mustahil, namun pasti akan memperhatikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Jangan memilih yang sok berbuat baik karena ada maunya, alias modus, hanya pada saat mencalonkan diri, kalau sudah jadi pemimpin daerah susah ditemui,” tandasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.