HEBO: Harus Konsisten Dengan Pernyataan Siapapun Yang Menang Tidak Ada Gugatan 1 IMG 20201210 WA0003
Bupati dan wakil bupati Manokwari terpilih, Hermus Indou-Edi Budoyo didampingi para istri [Foto: sus]
Politik

HEBO: Harus Konsisten Dengan Pernyataan Siapapun Yang Menang Tidak Ada Gugatan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Setelah pasangan Hermus Indou dan Edi Budoyo (HEBO) diumumkan unggul dengan perolehan 61.224 suara atau 57,14 persen dari sembilan (9) distrik di kabupaten Manokwari, Bupati Manokwari terpilih, Hermus Indou menuturkan setiap kandidat harus konsisten dengan apa yang diucapkannya bahwa siapapun yang menang dalam kontestasi pilkada tidak ada gugatan ke Mahkama Konstitusi (MK). 

“Setiap kandidat harus konsisten dengan ucapan dan pernyataannya bahwa “Siapapun yang menang tidak ada gugat menggugat”, terang Hermus Rabu malam, 9/12/2020. 

Dikatakan Hermus, apabila ada pasangan yang tidak menerima dengan hasil pilkada lantas akan menggugat pasangan lain ke MK, maka ia akan berpegang teguh pada pernyataan-pernyataan yang telah disampaikan kandidat tersebut di media online maupun media cetak bahwa siapa yang kalah dalam pilkada Manokwari 2020 ini, tidak akan dibawa ke ranah Mahkamah konstitusi (MK) dan menghargai hasil yang ada. 

Menurut Hermus, kita seharusnya mencontoh kultur barat, atau negara maju dalam menghadapi kontestasi pilkada , yang mana jika salah satu keluar sebagai pemenang ya sudah menang, dan yang kalah harus menerima. Kecuali calon yang kalah dizolimi oleh lawannya, baru menggugat. 

“Seperti negara maju yang telah menjalankan hukum adat dalam penyelesaian masalah. Bukan seperti kita kalah lalu menuntut untuk benar,” terangnya. 

Hermus menambahkan, ini adalah kontes pilkada yang merupakan hak semua diberikan tanpa membedakan latar belakang. Begitu juga dengan pembangunan di Manokwari, siapapun yang menjadi kepala daerah maka semua wajib mematuhi aturan yang diatur oleh negara dan ikut berkontribusi membangun daerah. 

Hermus berharap kepada pihak pihak yang kalah lalu bersikeras memaksa diri untuk melanjutkan ke MK, ia berharap adanya sadar diri menerima kenyataan jika dalam sebuah pertandingan sudah pasti ada yang menang dan kalah. 

“Mari kita membangun manokwari ini agar lebih baik kedepan, karen manokwari untuk semua dan semua untuk manokwari,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.