
Plt. Kepala Diskominfo yang Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald H, Lekransy
Plt. Kepala Diskominfo yang Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald H, Lekransy
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon membantah tuduhan pencitraan terkait penataan Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, seperti tudingan salah satu Anggota DPRD Kota Ambon.
Plt. Kepala Diskominfo yang Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald H, Lekransy menyatakan, soal penertiban Pasar Mardika telah ditegaskan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada setiap kesempatan dan juga saat memberikan arahan pada apel pagi, Senin (8/4/3025) kemarin, bahwa penertiban akan dilaksanakan pasca Idul fitri, dan hal ini masih terus koordinasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, sambil menyiapkan langkah-langkah teknis, dan administrasi.
Dia menyebut, untuk menertibkan Pasar Mardika pihak Pemkot Ambon tidak duduk diam, namun berupaya agar semua pihak diuntungkan, sehingga tidak terjadi ketersinggungan antara berbagai pihak.
Tetapi juga penting upaya-upaya persuasif dan humanis yang dibangun, atas dasar kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat.
“Wali Kota telah menegaskan, bahwa kebijakan penertiban itu adalah agenda penting, sebab merupakan salah satu program perioritas pemerintah dan harus dilakukan, untuk kenyamanan dan ketertiban kota. Tidak ada tendensi lain, tetapi yang kita inginkan, selain penataan pasar dan terminal yang rapih dan tidak ada lagi kemacetan di sepanjang jalur Mardika, dan kami yakin masyarakat akan mendukung langkah ini,” pungkas Lekransy.
Lekransy menambahkan, sebagaimana arahan dari Wali Kota, sebelum penertiban dilakukan, ada hal-hal yang harus disiapkan oleh OPD terkait, dalam hal ini Dinas Perindag, agar dapat menyurati para pedagang dan menyampaikan himbauan, pemberitahuan pelaksanaan penertiban, sehingga dapat dipastikan, usai semua proses tersebut selesai dilakukan, maka Wali Kota sendiri akan turun memimpin pelaksanaan penertiban.
“Pemberitaan yang memuat pernyataan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon belum melakukan terobosan apa–apa sejak dilantik 20 Maret lalu, merupakan pernyataan yang tidak tepat, karena sejatinya sudah banyak hal yang dilaksanakan pasangan dengan jargon ‘Beta Par Ambon’ ini. Dan saya yakin masyarakat dapat merasakannya, karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga membuka ruang komunikasi terbuka, untuk menyelesaikan semua hal yang dialami masyarakat,” tegas Lekransy.
Lekransy juga menegaskan, upaya membangun konsolidasi pegawai untuk memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Ambon, termasuk agenda-agenda bersama masyarakat untuk mengajak dan memotivasi semua pihak bersama–sama terlibat mendukung 17 program prioritas Pemkot Ambon, untuk mendorong semangat membangun “Ambon Par Samua” juga telah dan selalu dilakukan kedua pimpinan kota ini.
Ada juga langkah tegas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon yang memimpin langsung paparan efisiensi anggaran OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, guna memastikan perencanaan program dan anggaran akan berorientasi pada kepentingan pelayanan masyarakat.
Dan dapat dipastikan akan ada banyak efisiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon, guna menunjang program-program prioritas.
“Ada optimalisasi upaya penyelesaian sampah, penambahan armada angkut sampah, penebangan pohon yang mengancam keselamatan masyarakat di sepanjang bahu jalan, dan atau pada permukiman penduduk, penegakan parkiran liar dan pungli, pemasangan tambahan CCTV dan Wifi di ruang publik, optimalisasi fungsi, pengelolaan ruang terbuka, serta upaya mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, dan masih banyak lagi hal lain,” imbuh Lekransy.
Lekransy juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa terlibat, dan mengingatkan pemerintah dalam upaya membangun Kota Ambon yang lebih baik.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar mendesak Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama dengan Wakil Wali Kota (Wawali), Ely Toisutta, untuk mengambil langkah tegas, dalam rangka menata Kawasan Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau.
Gunawan mengatakan kawasan tersebut sangat tidak teratur, bahkan keberadaan trotoar dan terminal juga dialih fungsi sebagai lahan berjualan para pedagang, yang mencari nafkah di lokasi pasar yang menjadi primadona di kota ini.
“Kalau pimpinan takut ambil tindakan, karena alasan popularitas lebih baik mundur. Kota ini butuh ketegasan bukan pencitraan,” tuding Gunawan.







