
AMBON, BeritaAktual.co – Seorang pendaki asal Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat, Firdaus Ahmad Fauji (27), hilang di kawasan Gunung Binaya, Pulau Seram, Sabtu (26/4/2025).
Firdaus dilaporkan hilang, setelah terpisah dari rombongannya empat hari lalu, saat berada di jalur pendakian di kawasan hutan Nasapeha, Gunung Binaya.
Untuk diketahui, Gunung Binaya merupakan salah satu gunung yang masuk dalam tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia, dengan ketinggian mencapai 3.027 meter di atas permukaan laut masuk.
Gunung Binaya masuk ke dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Gunung Binaya membentang di Pulau Seram dan masuk ke dalam lingkup Taman Nasional Manusela.
Taman Nasional Manusela mempunyai luas 189.000 hektar, atau sekitar 20 persen wilayah Pulau Seram. Gunung Binaiya termasuk Pegunungan Karst seperti Jayawijaya, dan bukan termasuk gunung api.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Manusela, BPBD, Basarnas, TNI dan Polri dibantu warga masih mencari korban di kawasan tersebut.
“Tim gabungan sudah melakukan upaya pencarian tapi hasilnya masih nihil,” kata Plh Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Seto Purwanto, saat dihubungi dari Ambon, Rabu (30/4/2025).
Dia menyebut, tim Smart Patroli Kehutanan menerima informasi hilangnya Firdaus dari rekan korban pada Sabtu sore. Setelah mendapat informasi, Balai Taman Nasional Manusela membentuk tim dan bergerak menunju lokasi melakukan pencarian. Namun, tidak membuahkan hasil.
“Keesokan harinya, tim dari Polisi Kehutanan bersama porter bergegas mencari korban dengan menyisir area pegunungan Bintang dan kawasan jalur Nasapeha. Namun operasi pencarian yang berlangsung hingga sore hari itu juga tidak membuahkan hasil,” ungkap Seto.
Menurut Seto, untuk membantu proses pencarian korban, pihaknya juga berkoordinasi dengan tim pencarian dari Negeri Piliana dan Resor Saunulu serta Polsek Tehoru. Bahkan, pencarian hari kedua dilalukan hingga pukul 16.20 WIT, tapi hasilnya tetap nihil.
Setelah dua hari pencarian korban, lanjut Seto, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah dan Basarnas Ambon pada Senin (28/4/2025), untuk membantu operasi pencarian.
“Kami dari Balai Taman Nasional Manusela juga melibatkan warga Negeri Piliana, untuk mencari korban,” ujar Seto.







