
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu Senin (1/9/2025) siang, mencabut laporan 5 Pelaku aksi pengrusakan kediaman Gubernur Papua Barat Daya pada Rabu (27/08/2025) dini hari.
5 tahanan yang dibebaskan hari ini (01/09/2025): MW, MS, EB, DG dan YM.
“Puji Tuhan dalam proses pertemuan ini, kita telah menyepakati persoalan aksi demo yang merusak kediaman Gubernur. Saya selaku korban aksi demo, hari ini saya secara resmi mencabut pelaporan persoalan ke pihak berwajib,” ujar Gubernur.
Dikatakan Gubernur, keputusan ini diambil setelah pihaknya menggelar rapat bersama unsur Forkopimda Papua Barat Daya. Dimana, dalam rapat tersebut bertujuan rekonsiderasi akan situasi yang terjadi beberapa waktu yang lalu di kota Sorong.
“Kami minta polisi hari ini mengembalikan 5 tahanan, yang sebelumnya 17 orang sudah dikembalikan ke keluarga,” pinta Gubernur.
Kepada 5 tahanan yang dikeluarkan ini, Gubernur berharap berharap bisa berkomitmen untuk menjamin keamanan di kota Sorong sehingga tidak lagi menimbulkan konflik.
“Saya berharap adik-adik yang di keluar hari ini, tidak mengulangi lagi hal-hal yang sama. Ingat bahwa fasilitas baik gedung- gedung yang telah dirusak oleh para pendemo adalah milik pemerintah. Segala sesuatu yang telah dirusak, akan diganti oleh pemerintah dan tidak tidak dibebankan kepada keluarga ,” ucap Gubernur.
Sementara, Kapolres Sorong kota Kombes Pol Amry Siahaan, S.I.K., M.H. menyampaikan, untuk saat ini kondisi keamanan dan situasi kota Sorong sudah mulai berangsur aman dan kondusif.
“Gubernur telah menarik laporannya, dan adik- adik sudah membuat pernyataan jadi mari kita bisa sama-sama ikut menjaga kondusifitas kota Sorong,” terang Kapolresta.
Salah satu pelaku pengrusakan kediaman Gubernur, EB menyampaikan terima kasih kepada Gubernur selaku korban. Kedepan, ia tidak akan mengulangi hal serupa aksi anarkis seperti kejadian kemarin.
“Saya dan teman-teman yang terlibat dalam aksi kemarin tidak akan mengulangi lagi. Saya juga menghimbau kepada saudara-saudaraku yang lain untuk segera hentikan dan jangan mudah terprovokasi,” tutupnya. (Mar)






