
Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun.
AMBON, BeritaAktual.co – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi oleh Pemerintah Pusat (Pempus), lantaran banyaknya keluhan dari masyarakat, bukan saja di Maluku tetapi juga hampir di semua daerah di Indonesia.
Bukan saja banyak keluhan, tetapi juga terjadinya keracunan massal, yang menimpa puluhan siswa penerima manfaat program MBG.
“Hampir di setiap daerah secara nasional selalu ada keluhan siswa, terkait peristiwa keracunan akibat program MBG. Bahkan untuk Maluku, baru di bulan September 2025 saja sudah terjadi tiga kasus,” tegas Benhur kepada wartawan, di Ambon, Selasa (23/9/2025).
Dia menyebut, jika skema penyaluran MBG perlu dievaluasi total. Benhur bahkan mengusulkan, agar anggaran langsung diberikan kepada orang tua siswa, untuk mengolah makanan sendiri sesuai standar gizi.
“Saya kira skema MBG harus diubah. Diberikan saja kepada orang tua siswa, untuk memasak sesuai standar gizi, agar terbebas dari masalah keracunan,” saran Benhur.
Benhur juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pihak penyelenggara. Dia menilai, SPPG ini tidak berguna, dan pihak yang mengelola MBG ini kurang teliti, sehingga makanannya dimasak asal-asalan, dan menyebabkan banyak siswa yang mengalami keracunan.
“Olehnya itu, saya mendesak Presiden Prabowo agar melakukan evaluasi terhadap Program MBG, tepatnya di sistem penyaluran. Oke lah kalau hari ini Presiden sebut itu programnya, boleh-boleh saja, tapi harus ada evaluasi secara menyeluruh,” tandas Benhur.





