
Kegiatan Rakor dan Rekonsiliasi Pajak Daerah se-Provinsi Maluku, yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (29/10/2025).
AMBON, BeritaAktual.co – Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta menekankan tentang pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini perlu dilakukan, guna mendukung kelanjutan pembangunan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat (pempus).
Demikian disampaikan Wawali kepada wartawan, di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor), dan Rekonsiliasi Pajak Daerah se-Provinsi Maluku, yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (29/10/2025).
“Tantangan ke depan dalam meningkatkan pendapatan daerah semakin berat, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Ini tentunya berdampak langsung pada program-program daerah,” tegas Wawali.
Dia mengatakan, pembangunan di segala sektor harus tetap berjalan. Karena itu, pemerintah daerah harus berupaya maksimal, untuk memperoleh pendapatan agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dilaksanakan berjalan dengan baik.
Wawali menyebut, pemberlakuan otonomi daerah dan desentralisasi menuntut pemerintah daerah, untuk mandiri secara fiskal.
Dia berharap, upaya menggali sumber-sumber pendapatan baru dapat mengurangi ketergantungan pada pembiayaan dari pemerintah pusat.
“Harapan kami, kemampuan menggali sumber-sumber pendapatan daerah baru dapat melanjutkan pembangunan, terutama bagi daerah yang minim sumber daya,” katanya.
Wawali juga menyinggung Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), yang menjadi dasar bagi daerah untuk memperluas sumber pendapatannya melalui empat komponen utama, pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan yang sah.
Lebih lanjut dia menambahkan, peningkatan PAD harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, bukan dengan cara instan yang justru berpotensi menimbulkan gejolak sosial.
“Karena itu, peletakan dasar yang kuat dan transparansi fiskal sangat penting. Peningkatan PAD yang tidak benar dapat memicu reaksi emosional, dan penurunan kesejahteraan masyarakat,” tandas Wawali.




