
Program unggulan "One Week One Raid", yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Pada razia yang digelar Senin (17/11/2025) malam.
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran barang terlarang, khususnya handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) di lingkungan lapas.
Hal ini diwujudkan melalui program unggulan “One Week One Raid” yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Pada razia yang digelar Senin (17/11/2025) malam, Lapas Wahai bekerja sama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai berhasil mencatatkan hasil yang menggembirakan, yaitu nihil temuan Halinar di blok hunian warga binaan.
Program “One Week One Raid” merupakan, salah satu program akselerasi, yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Program ini bertujuan, untuk menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan optimal.
Dalam pelaksanaannya, razia gabungan ini melibatkan seluruh petugas Lapas Wahai dan personel dari Polsek Wahai. Tim gabungan ini melakukan penyisiran secara teliti di setiap blok dan kamar hunian warga binaan.
Tujuannya adalah, untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang-barang berbahaya, yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib) di dalam lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa sinergi antara petugas Lapas dan pihak kepolisian merupakan langkah strategis untuk memberantas Halinar dari lingkungan Lapas.
Menurutnya, razia ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dan kondusif.
“Razia ini adalah komitmen kami bersama Polsek Wahai untuk menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari Halinar. Ini juga upaya preventif untuk menciptakan lingkungan Lapas yang stabil dan kondusif bagi proses pembinaan dan rehabilitasi,” tegas Noya.
Sementara itu, Aipda Frangky Hallatu dari Polsek Wahai menyampaikan apresiasinya, atas sinergi yang telah terjalin erat antara kepolisian dan Lapas Wahai.
Ia juga menyatakan, komitmennya untuk terus mendukung Lapas Wahai dalam menjaga situasi Kamtib yang kondusif.
“Kali ini tidak ada temuan barang terlarang dan berbahaya, namun kami senantiasa akan selalu siap mendukung penuh Lapas Wahai dalam razia lanjutan demi menjaga situasi Kamtib yang kondusif,” janji Aipda Frangky Hallatu.
Keberhasilan Lapas Wahai dalam melaksanakan program “One Week One Raid” dan mencatatkan nihil temuan Halinar mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai, bahwa kerjasama antara Lapas dan Polsek Wahai merupakan contoh sinergi yang positif dan perlu terus ditingkatkan.
“Kerja sama antara Lapas dengan Polsek Wahai adalah contoh sinergi, yang memperkuat pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtib demi mewujudkan Lapas yang kondusif, aman, dan tertib. Ini adalah fondasi penting bagi proses pembinaan yang efektif,” ungkap Ricky Dwi Biantoro.
Lebih lanjut, Ricky Dwi Biantoro berharap, agar keberhasilan Lapas Wahai ini dapat menjadi motivasi bagi lapas-lapas lain di wilayah Maluku untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan Halinar.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk turut mendukung program pemerintah dalam menciptakan Pemasyarakatan Maluku yang bersih dan aman terkendali.
“Kami berharap, masyarakat di seluruh wilayah Maluku turut mendukung program pemerintah dan tidak ada oknum yang mencoba menyelundupkan barang terlarang saat berkunjung demi terciptanya Pemasyarakatan Maluku yang bersih dan aman terkendali,” pungkasnya.
Dengan komitmen yang kuat dari seluruh petugas Lapas Wahai, dukungan dari Polsek Wahai, serta partisipasi aktif dari warga binaan, diharapkan Lapas Wahai dapat terus mempertahankan kondisi yang kondusif, dan menjadi contoh bagi lapas-lapas lain di Indonesia dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Halinar.




