
Lapas Kelas III Wahai membagikan peralatan mandi kepada seluruh penghuninya, Rabu (3/12/2025).
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menegaskan kembali komitmennya, dalam memastikan terpenuhinya hak-hak dasar Warga Binaan, dengan fokus utama pada upaya pencegahan primer, sebagai bagian integral dari sistem pemasyarakatan yang humanis, melalui kegiatan pembagian peralatan mandi kepada seluruh penghuninya, Rabu (3/12/2025).
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menempatkan hak atas kesehatan dan pembinaan, sebagai hak asasi manusia yang tak terpisahkan, dan harus dipenuhi oleh institusi pemasyarakatan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan, bahwa pemenuhan hak dasar Warga Binaan tidak hanya sebatas penyediaan kebutuhan sehari-hari yang sederhana, tetapi juga mencakup pendekatan preventif, untuk menjaga kesehatan dan stabilitas lingkungan di dalam Lapas.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap Warga Binaan. Melalui program pencegahan primer yang diantaranya adalah, pembagian peralatan mandi ini, kami memastikan layanan kesehatan, yang sesuai dengan aturan undang-undang benar-benar menjangkau seluruh penghuni,” ujarnya.
Menurut Tersih, giat peduli kesehatan ini juga sejalan dengan motto Lapas Wahai yakni ‘MESRA’ yang merupakan singkatan dari Manusiawi, Efektif, Sinergi, Responsif, dan Amanah.
“Pembinaan yang humanis, distribusi kebutuhan yang tepat guna, membangun kerjasama positif dengan berbagai pihak, serta cepat tanggap dan menjalankan tanggung jawab yang diemban, dalam memenuhi kebutuhan dasar Warga Binaan adalah, upaya kami untuk membentuk kerangka kerja etis dan operasional, yang modern bagi sistem pemasyarakatan di wilayah ini,” terang Tersih.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menambahkan, bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar pemberian barang, tetapi juga dibarengi dengan edukasi tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
“Selain membagikan perlengkapan mandi, kami terus mendorong Warga Binaan untuk menjaga kebersihan setiap hari. Mulai dari mandi secara teratur, menyikat gigi, hingga menjaga kebersihan pakaian dan lingkungan hunian. Ini adalah langkah penting, untuk mencegah munculnya penyakit yang dapat menyebar di lingkungan yang padat,” ungkap Merpaty.
Peralatan mandi yang dibagikan meliputi sabun, sikat gigi, pasta gigi, shampo, dan detergen. Semuanya merupakan kebutuhan pokok, untuk menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan.
Salah satu Warga Binaan berinisial ‘SS’ usai menerima peralatan mandi, turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh pihak Lapas.
“Terima kasih kepada Lapas Wahai. Perlengkapan seperti ini sangat membantu kami dalam menjaga kebersihan setiap hari. Kami merasa diperhatikan dan dipedulikan, bukan hanya sebagai orang yang menjalani pidana, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki hak,” tutur SS.
Diketahui, kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan pada akhir Juli tahun ini. Melalui kedua kegiatan tersebut, Lapas Wahai berkomitmen, untuk menunjukkan transformasi institusi yang tidak hanya berperan, sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai lembaga yang berorientasi pada prinsip ‘MESRA’ dalam seluruh aspek layanan pemasyarakatan, yang diberikan kepada Warga Binaan.




