
Festival Kreasi Inklusi Maluku 2025 yang digelar di Ambon City Center, Sabtu (6/12/2025). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan komitmennya, untuk membangun kota yang ramah disabilitas, dan inklusif bagi semua kelompok rentan dalam Festival Kreasi Inklusi Maluku 2025 yang digelar di Ambon City Center (ACC), Sabtu (6/12/2025).
Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy dalam sambutannya, dalam acara yang juga menjadi wadah kolaborasi dengan berbagai pihak.
Wendy menekankan, bahwa seluruh warga Ambon termasuk lansia, penyandang disabilitas, ibu rumah tangga, dan kelompok rentan lainnya, memiliki hak yang sama untuk mengakses ruang publik dan layanan pemerintahan.
Menurutnya, Pemkot Ambon telah memastikan fasilitas umum seperti trotoar, perkantoran, dan puskesmas dilengkapi sarana ramah disabilitas, serta semua kantor pelayanan wajib menyediakan fasilitas serupa. Hal ini bahkan menjadi indikator penilaian oleh Ombudsman.
Dalam jangka pendek Dinas Sosial, kata dia, telah menjalankan program perlindungan sosial melalui bantuan atensi, alat bantu, dan pendampingan keluarga.
Beberapa waktu lalu, Wali Kota Ambon juga telah menyerahkan 37 unit alat bantu berupa kursi roda, tongkat, dan peralatan jalan lainnya yang dibiayai dari APBD.
Wendy menambahkan, program ke-14 dari 17 program prioritas Wali Kota secara khusus ditujukan untuk pemberdayaan dan perlindungan kelompok rentan, termasuk disabilitas.
“Selain itu, program home visit terus dilakukan oleh pendamping sosial, PKH, dan tenaga kesejahteraan sosial untuk memastikan kebutuhan dasar keluarga terpenuhi,” ujar Pelupessy.
Dia menyebut, dalam jangka menengah dan panjang, Pemkot Ambon juga mendorong pelatihan vokasional dan pengembangan UMKM bagi penyandang disabilitas, salah satu sentra pelatihan telah berjalan di Ternate, dengan hasil contoh berupa usaha kerajinan tas yang dikombinasikan dengan kain tenun Maluku.
Festival ini juga menjadi momentum kerja sama antara Dinas Sosial dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Para peserta dibekali pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, akses permodalan usaha, serta cara menghindari jeratan pinjaman online ilegal.
“OJK hadir untuk memberikan perlindungan konsumen dan mendorong kemandirian ekonomi bagi teman-teman disabilitas,” jelas Wendy.
Untuk itu dia berharap, kolaborasi antara Pemkot Ambon, Dinas Sosial, OJK, komunitas disabilitas, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna membangun Ambon sebagai kota yang aman, ramah disabilitas, dan inklusif secara ekonomi.




