Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Penemuan Kasus TBC di Ambon Melampui Target

Q Senin, 12 Januari 2026 3 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
image_search_1768209323209~2

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan S. Norimarna, M.K.M. Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Ambon terus meningkat melampaui target nasional selama tiga tahun terakhir.

TBC adalah, penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan umumnya menyerang paru-paru, meskipun juga bisa menyerang organ lain seperti tulang, ginjal, otak, atau kelenjar getah bening.

Penyakit ini menyebar melalui udara saat penderitanya batuk, bersin, atau berbicara, dan merupakan masalah kesehatan global yang serius.

Peningkatan angka tersebut tidak hanya menunjukkan adanya penularan, tetapi lebih banyak sebagai dampak keberhasilan program skrining aktif, yang dilakukan secara masif di tengah masyarakat, serta peran Ambon sebagai pusat rujukan kesehatan untuk wilayah Maluku.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan S. Norimarna, M.K.M mengaku, pada tahun 2023 tercatat 1.935 kasus TBC atau mencapai 92 persen dari target nasional sebesar 2.100 kasus.

Angka ini kemudian melonjak pada tahun 2024 menjadi 2.296 kasus (146 persen dari target 1.688 kasus), sebelum sedikit menurun namun tetap tinggi pada 2025 dengan 2.212 kasus, atau 131 persen dari target 1.685 kasus.

“Target nasional untuk penemuan kasus TBC adalah minimal 90 persen, dari angka yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Kota Ambon tidak hanya memenuhi target tersebut, melainkan bahkan melampauinya secara konsisten setiap tahun,” ujar dr. Johan saat dihubungi dari Ambon, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, kenaikan angka penemuan tidak selalu menunjukkan peningkatan penularan penyakit. Sebagian besar merupakan hasil dari keberhasilan strategi penguatan skrining aktif, yang dilakukan secara masif, serta penemuan pasif yang intensif di semua fasilitas pelayanan kesehatan di kota ini.

Selain itu, posisi Ambon sebagai ibu kota provinsi dan pusat rujukan kesehatan di Maluku juga berkontribusi pada tingginya angka kasus yang tercatat.

Banyak pasien TBC dari kabupaten atau kota lain yang datang ke Ambon, untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan, sehingga masuk dalam data kasus Kota Ambon meskipun bukan merupakan warga lokal.

“Kita tidak hanya menangani pasien dari dalam Kota Ambon, tetapi juga banyak yang datang dari wilayah sekitar. Mobilitas penduduk untuk pendidikan, pekerjaan, dan akses layanan kesehatan membuat Ambon menjadi pusat pelayanan regional, yang berdampak pada jumlah kasus yang tercatat,” jelasnya.

Secara geografis, Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan jumlah kasus TBC terbanyak selama periode 2023-2025. Pada tahun 2023 ditemukan 589 kasus, meningkat menjadi 660 kasus di tahun berikutnya, dan turun menjadi 620 kasus pada tahun 2025.

Dari segi demografi, penderita TBC di Kota Ambon didominasi oleh kelompok usia produktif antara 20 hingga 59 tahun. Jumlah kasus pada kelompok ini terus meningkat setiap tahun:l, yakni 1.024 orang (2023), 1.117 orang (2024), dan 1.211 orang (2025).

“Meskipun demikian, kasus pada balita dan anak juga menjadi fokus perhatian, dengan rata-rata lebih dari 250 hingga 300 kasus setiap tahun. Secara jenis kelamin, laki-laki lebih banyak terdampak, dibandingkan perempuan,” beber dr. Johan.

Untuk mendeteksi kasus sejak dini, kata dia, maka Dinas Kesehatan Kota Ambon menjalankan berbagai strategi. Selain skrining aktif dua kali setahun di lokasi berisiko seperti lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, asrama, dan permukiman padat penduduk, skrining juga diintegrasikan dalam kegiatan sekolah, posyandu, dan program kesehatan lainnya.

Tim kesehatan juga menggunakan alat Portable X-Ray, untuk memeriksa seluruh kontak erat penderita TBC di lima kecamatan yang menjadi fokus. Kerja sama dengan klinik swasta dan dokter praktik mandiri juga terus diperkuat, untuk memperluas jangkauan deteksi.

Selain itu, pelacakan kasus aktif dilakukan oleh puskesmas dan kader kesehatan di masyarakat, serta penemuan kasus pasif melalui seluruh fasilitas kesehatan, termasuk pemanfaatan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang berjalan secara nasional.

“Pemerintah Kota Ambon juga mendorong pembentukan Desa Siaga TBC, agar setiap desa dapat berperan aktif dalam pengendalian penyakit ini,” sebut dr. Johan.

Dalam hal layanan medis, seluruh puskesmas di Kota Ambon telah siap melakukan pemeriksaan dan pengobatan TBC sesuai standar nasional.

Tenaga kesehatan terkait telah mendapatkan pelatihan yang memadai, dan kasus dengan komplikasi atau TBC resisten obat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang sesuai.

“Saat ini, terdapat tujuh Laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dapat digunakan untuk diagnosis TBC, tersebar di puskesmas dan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya,” kata dia.

Namun demikian, tambah dr. Johan, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah, memastikan kepatuhan pasien untuk menyelesaikan pengobatan hingga tuntas, terutama bagi pasien yang dirawat di rumah sakit, yang tidak memiliki wilayah kerja seperti puskesmas.

Selain itu, pasien TBC resisten obat yang tidak memiliki akses BPJS Kesehatan, atau memiliki tunggakan iuran sering mengalami keterlambatan dalam penanganan.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi antara berbagai fasilitas kesehatan dan meningkatkan peran serta masyarakat, agar upaya pengendalian TBC di Kota Ambon dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutup dr. Johan.

Tentang penulis

Penemuan Kasus TBC di Ambon Melampui Target 2 avatar user 22 1768114604

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Angka Stunting di Ambon Terendah Sejak 2021
Next: Polisi Amankan 12 Penambang Emas Ilegal di Distrik Kwoor Tambrauw

Related News

IMG_7b985349-48ce-4178-912e-a42d746a013f
3 min read
  • Daerah

Watubun: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Perkuat Fondasi Pendidikan di Maluku

Q Sabtu, 2 Mei 2026
IMG-20260501-WA0062
2 min read
  • Daerah

Wawali Ambon Soroti Peran Tarekat Maria Mediatrix Jelang Satu Abad Pelayanan

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-05-01-18-46-30-816_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Wali Kota: May Day Momentum Perjuangkan Kesejahteraan

Q Jumat, 1 Mei 2026

Berita lainnya

IMG_7b985349-48ce-4178-912e-a42d746a013f
3 min read
  • Daerah

Watubun: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Perkuat Fondasi Pendidikan di Maluku

Q Sabtu, 2 Mei 2026
IMG-20260501-WA0062
2 min read
  • Daerah

Wawali Ambon Soroti Peran Tarekat Maria Mediatrix Jelang Satu Abad Pelayanan

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-05-01-18-46-30-816_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Wali Kota: May Day Momentum Perjuangkan Kesejahteraan

Q Jumat, 1 Mei 2026
IMG-20260501-WA0044
2 min read
  • Daerah

Perkuat Kualitas SDM Sektor Pertambangan di Wetar, BKP-BTR Cetak 15 POP

Redaksi Jumat, 1 Mei 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d