
Lapas Kelas III Wahai mendistribusikan matras tidur baru kepada seluruh WBP, Minggu (11/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mendistribusikan matras tidur baru kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Minggu (11/1/2026).
Serangkaian bantuan fasilitas ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi, dalam memenuhi hak-hak dasar WBP, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hunian di dalam lokasi pemasyarakatan.
Matras yang diberikan merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Proses pembagian berlangsung secara teratur dan terencana di setiap blok hunian, dengan pendistribusian dilakukan tahap demi tahap, untuk memastikan setiap individu mendapatkan fasilitas yang layak, dan mendukung kenyamanan selama istirahat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menjelaskan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada WBP.
“Penggantian matras lama yang sudah tidak layak digunakan menjadi prioritas kami, karena kami yakin fasilitas yang memadai akan mendukung proses pembinaan dengan lebih optimal,” ujarnya, saat menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Menurutnya, kualitas tidur yang baik sangat penting bagi kondisi fisik dan psikologis WBP, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh Warga Binaan, agar mereka siap kembali berintegrasi, dengan masyarakat sebagai individu yang produktif,” tambahnya.
Turut hadir dan mengawasi proses distribusi, Usman Bakri, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Wahai.
Dalam kesempatan itu dia mengatakan, penyediaan matras baru juga berdampak positif terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban.
“Ketika WBP merasa nyaman dengan fasilitas yang ada, maka suasana di dalam lapas akan semakin kondusif, dan mendukung terwujudnya lingkungan yang aman serta kondusif untuk pembinaan,” jelas Usman.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil oleh Lapas Wahai.
Ia menegaskan, inisiatif ini sejalan dengan arahan dari pusat untuk menjalankan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, dan memperhatikan kesejahteraan setiap WBP.
“Fasilitas hunian yang layak bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, namun juga menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi dan pembinaan. Dengan demikian, program-program yang kami jalankan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal,” papar Ricky.
Dia berharap, melalui peningkatan fasilitas dari Lapas Wahai ini, seluruh WBP dapat lebih termotivasi untuk mengikuti berbagai aktivitas pembinaan, mulai dari pengembangan kepribadian hingga pelatihan keterampilan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian mereka sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.






