
Acara perpisahan dan pengantaran tugas Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, yang digelar, Kamis (15/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Beny Ahdian Noor, S.Hut resmi menjabat sebagai Kepala Balai Perhutanan Sosial (BPS) Ambon menggantikan Ojom Sumantri S.Hut., T., M.Sc.
Acara serah terima tugas berlangsung, Kamis (15/1/2026) di Ambon, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Provinsi Maluku termasuk Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bersama dengan jajaran seluruh instansi terkait dan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai kalangan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Beny menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sebelumnya, yang telah memimpin BPS Ambon selama hampir tiga tahun.
Menurutnya, wilayah kerja yang mencakup Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya memang menyimpan tantangan besar, karena luasnya cakupan geografis serta keragaman kondisi sosial dan ekonomi yang ada di setiap daerah.
“Wilayah ini tidaklah mudah untuk dijangkau dan dikelola, namun Pak Ojom Sumantri telah berhasil merintis langkah-langkah strategis, serta mencatatkan berbagai capaian yang membanggakan bersama seluruh tim BPS Ambon, yang kemudian menjadi dasar yang kokoh bagi langkah ke depan,” ujar Beny dalam sambutannya.
Beny menegaskan, bahwa keberhasilan pembangunan perhutanan sosial tidak bisa bergantung pada satu pihak saja, sehingga diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga media untuk memastikan setiap program berjalan dengan efektif.
Peran masing-masing pihak sangat penting, karena pemerintah daerah menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan, akademisi menyumbang pemikiran dan data ilmiah yang dapat memperkuat program, sedangkan media berperan sebagai jembatan yang efektif, untuk menyampaikan informasi program kepada masyarakat secara jelas dan tepat.
“Komunikasi yang baik melalui media akan membantu masyarakat memahami tujuan, dan manfaat dari perhutanan sosial, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program,” sebut Beny.
Menjelaskan visi kerjanya, Beny menyatakan, bahwa esensi dari perhutanan sosial adalah, memberikan kekuatan pada masyarakat agar mampu mengelola sumber daya hutan dengan mandiri.
Tujuan ini tidak hanya sekadar memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan yang komprehensif.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pengelolaan hutan, yang mencakup peningkatan pengetahuan tentang konservasi alam, keterampilan dalam mengelola usaha berbasis sumber daya hutan, serta pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk masa depan.
“Pendidikan formal maupun non-formal akan menjadi bagian penting, dalam upaya pemberdayaan ini, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk akademisi dan lembaga media,” pungkas dia.
Beny juga berkomitmen, untuk melanjutkan semua program dan capaian yang telah dicapai oleh kepemimpinan sebelumnya, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi potensi pengembangan yang masih bisa dilakukan di wilayah kerja BPS Ambon.
Ia akan memperkuat semua hal yang sudah berjalan dengan baik, sementara untuk bidang-bidang yang masih memiliki ruang untuk tumbuh akan dibuatkan rencana strategis untuk mengoptimalkannya secara maksimal.
“Semua upaya ini tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama yang erat, dan komunikasi yang terbuka antar semua pihak terkait, sehingga kolaborasi menjadi unsur penting dalam mewujudkan tujuan bersama,” kata Beny.
Olehnya itu, Beny mengingatkan, bahwa perhutanan sosial adalah sistem yang menghubungkan kepentingan masyarakat dengan kelestarian lingkungan hidup.
Melalui akses yang diberikan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutan, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi yang nyata, tetapi juga memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kelestariannya bagi anak cucu.
“Saya berharap dapat menciptakan keseimbangan yang baik antara pemanfaatan sumber daya alam, dan upaya konservasi, karena masyarakat yang telah diberdayakan akan menjadi penjaga terbaik bagi kawasan hutan yang mereka kelola, sehingga manfaatnya bisa dinikmati tidak hanya pada masa kini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” harap Beny.






