
Launching gimmick yang modern, saat pembukaan persidangan Jemaat GPM Toisapu, Klasis Pulau Ambon Timur ke-41, Minggu (18/1/2026), di Gedung Gereja Damai Sejahtera. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Mengusung langkah inovatif dalam menyambut perkembangan zaman digital, Jemaat GPM Toisapu, Klasis Pulau Ambon Timur menggelar Persidangan Jemaat ke-41, Minggu (18/1/2026), di Gedung Gereja Damai Sejahtera.
Kegiatan persidangan jemaat yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai sektor, di lingkup jemaat GPM Toisapu, sekaligus menjadi bukti komitmen gereja, untuk menyatukan tradisi keagamaan dengan kemajuan teknologi.
Tak hanya menghadirkan peserta biasa dan luar biasa, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari enam sektor jemaat yaitu, Sektor Getsemani, Nazareth, Tiberias, Syalom, Tigris, dan Damai.
Selain itu, hadir pula pengurus Klasis Pulau Ambon Timur serta Raja Negeri Hutumuri, Fredy Waas, yang turut memberikan dukungan dan sambutan resmi dari pihak pemerintah adat.
Salah satu daya tarik utama dalam pelaksanaan persidangan kali ini adalah, penggunaan inovasi teknologi digital pada sesi pembukaan. Melalui metode launching gimmick yang modern, proses pembukaan dilakukan dengan memanfaatkan sensor sentuh atau infrared frame.
Para tokoh yaitu Penatua Jimmy Sitanala dari Majelis Pengurus Klasis (MPK) Pulau Ambon Timur, Ketua Majelis Jemaat, Pendeta Jemaat GPM Toisapu, serta perwakilan panitia, secara bersama-sama menyentuh layar digital, untuk secara resmi membuka acara tersebut.
Kegiatan dimulai dengan ibadah pembukaan yang dipimpin secara khidmat oleh Pendeta V. Sinay, diiringi dengan persembahan pujian dari grup penyanyi Trio Galaks. Setelah ibadah berlangsung dengan khidmat, acara dilanjutkan ke sesi seremonial yang padat program.

Dalam sesi tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Persidangan Jemaat GPM Toisapu ke-41, Penatua Janny Parinussa menyampaikan laporan lengkap mengenai persiapan, dan rangkaian acara yang telah direncanakan.
Janny juga mengingatkan tentang pentingnya sinergi antar jemaat di bawah naungan Klasis.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Toisapu, Pendeta Yolanda Siahaya dalam sambutannya menyampaikanvisi dan arah pembangunan jemaat untuk tahun depan.
Raja Negeri Hutumuri Fredy Waas dalam sambutannya juga mengapresiasi langkah gereja, dalam mengikuti perkembangan zaman.
Sebagai informasi tambahan, tanggung jawab penyelenggaraan Persidangan ke-41 tahun 2026 ini dipercayakan sepenuhnya kepada Sektor Damai.
Panitia yang telah bekerja keras menyatakan, bahwa segala bentuk kesiapan, mulai dari acara pembukaan hingga seluruh sesi sidang yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, telah disiapkan dengan matang untuk memastikan kelancaran acara.
Penggunaan teknologi digital dalam acara ini tidak hanya sebagai bentuk inovasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya gereja, untuk memperkuat pertumbuhan iman jemaat, serta meningkatkan kesaksian yang relevan di tengah masyarakat yang semakin terhubung secara digital.







