
Lapas Kelas III Wahai resmi menjalankan Program Wali Menyapa, Selasa (20/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai resmi menjalankan Program Wali Menyapa, Selasa (20/1/2026), dengan fokus memperkuat pembinaan kepribadian dan mengangkat kualitas layanan bagi Warga Binaan. Program ini hadir sebagai wujud komitmen lembaga, dalam menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis dan mendukung.
Konsep Program Wali Menyapa mengedepankan komunikasi dua arah antara petugas wali, dan masing-masing Warga Binaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam setiap sesi tatap muka, petugas tidak hanya memberikan arahan terkait aturan dan proses pembinaan, tetapi juga aktif mendengarkan keluhan, aspirasi, serta kebutuhan khusus dari Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan ini juga difungsikan sebagai sarana, untuk memberikan motivasi agar mereka tetap fokus dalam memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyatakan, program ini menjadi pijakan penting dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang berkualitas.
“Program Wali Menyapa bukan hanya instrumen pengawasan, melainkan lebih kepada upaya membangun hubungan yang saling menghargai. Melalui program ini, kami memastikan bahwa setiap Warga Binaan mendapatkan perhatian yang cukup, dan proses pembinaan berjalan dengan baik,” paparnya.
Dia berkomitmen, untuk terus mengembangkan Program Wali Menyapa, dengan target agar setiap Warga Binaan mendapatkan akses yang merata terhadap layanan ini.
“Tujuan akhirnya adalah, menghasilkan Warga Binaan yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga bertanggung jawab dan siap berintegrasi kembali ke dalam masyarakat dengan positif,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menambahkan, aktivitas rutin ini juga membantu dalam pemantauan perkembangan setiap individu.
“Dengan komunikasi yang terjalin secara berkala, kami dapat mengidentifikasi perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan dengan cepat. Hal ini memungkinkan kami, untuk menyesuaikan strategi pembinaan, sehingga lebih tepat sasaran dan efektif,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan yang mengikuti program menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Sebelumnya kami merasa kurang terdengar, namun dengan adanya Program Wali Menyapa, kami merasa diperhatikan sebagai orang yang sedang dalam proses perbaikan. Arahan yang diberikan sangat membantu kami, untuk tetap menjalani pembinaan dengan lebih baik dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil Lapas Wahai.
Menurutnya, program ini selaras dengan arahan kebijakan pusat, untuk menciptakan layanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan penuh perhatian.
“Program Wali Menyapa adalah contoh nyata, bagaimana kita bisa menggabungkan fungsi pembinaan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Saya berharap, program ini dapat berjalan secara konsisten, dan bahkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya di wilayah Maluku,” harapnya.






