
Lapas Kelas III Wahai menggelar kegiatan pembagian brosur informasi kinerja kepada masyarakat, Kamis (29/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar kegiatan pembagian brosur informasi kinerja kepada masyarakat, Kamis (29/1/2026).
Dengan menghadirkan brosur berbasis barcode bernama “Lawamena News Channel”, pihak lapas ingin meningkatkan kualitas layanan publik, sekaligus menunjukkan komitmen pada keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas.
Brosur yang disebarkan ke berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pelajar di sekitar wilayah Wahai, berfungsi sebagai pintu gerbang menuju platform digital yang menampilkan laporan kinerja harian Lapas Wahai.
Kontennya tidak hanya mencakup berbagai program pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan, tetapi juga rincian layanan publik yang dapat diakses oleh masyarakat, semuanya dirancang berdasarkan prinsip pelayanan Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Amanah (PRIMA).
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, langkah ini diambil untuk menjembatani jarak antara instansi dengan masyarakat, serta memastikan informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipercaya.
“Kami berkeinginan, agar masyarakat tidak hanya mengetahui tentang fungsi lapas sebagai tempat pembinaan, tetapi juga memahami secara detail, bagaimana setiap program dijalankan dan bagaimana kami menjalankan tugas kami. Keterbukaan informasi ini juga menjadi bentuk pengakuan, bahwa kami bertanggung jawab kepada publik, dan siap untuk menerima masukan serta pengawasan sebagai bagian dari pelaksanaan pelayanan PRIMA tahun ini,” jelasnya.
Dia berharap, dengan adanya brosur informasi ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses data kinerja instansi dan terlibat aktif dalam mendukung proses pembinaan serta pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Lapas Wahai.
Menurutnya, transparansi yang diterapkan menjadi kunci, dalam membangun kepercayaan serta menjaga akuntabilitas instansi.
“Apa yang dilakukan Lapas Wahai adalah, contoh nyata bagaimana pemasyarakatan harus berinteraksi dengan masyarakat. Langkah ini tidak hanya sejalan dengan arahan kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, tetapi juga membuktikan bahwa kami berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan terbuka dan bertanggung jawab,” ucapnya.






