
Lapas Kelas III Wahai melakukan penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama, Rabu (4/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai resmi mengukuhkan komitmen, untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan berkualitas, melalui penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang diadakan di Aula Utama Lapas Wahai ini menjadi tonggak awal, dalam upaya mewujudkan Pembangunan Zona Integritas, dengan target mencapai status Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun ini.
Proses penandatanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pejabat struktural tingkat atas, kemudian diteruskan oleh seluruh anggota staf.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya yang juga menjadi saksi acara menegaskan, bahwa langkah ini membawa makna yang mendalam bagi seluruh komponen lembaga.
“Pakta yang kita teken hari ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ini adalah janji kita kepada bangsa dan diri sendiri, untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Di Lapas Wahai, integritas harus menjadi bagian dari diri setiap petugas, bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan identitas yang kita banggakan,” papar Tersih dalam sambutannya.
Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Wahai, Abdul Azis mengemukakan, bahwa tata kelola administrasi yang baik adalah kunci utama dalam menjaga integritas lembaga.
“Pelayanan yang berkualitas tidak dapat terwujud tanpa dasar administrasi yang bersih dan teratur. Melalui komitmen ini, kita akan memperkuat sistem pengelolaan yang transparan, dengan menjadikan etika profesional sebagai landasan setiap tindakan kerja. Semoga hal ini membawa Lapas Wahai menjadi lembaga yang tidak hanya handal dalam operasional, tetapi juga terpercaya dalam perilaku,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi atas langkah yang diambil Lapas Wahai.
Menurutnya, integritas adalah pijakan penting dalam memperbaiki citra dan kinerja pemasyarakatan di seluruh Provinsi Maluku.
“Kepercayaan dari masyarakat tidak bisa didapatkan dengan mudah. Kita harus membangunnya melalui kerja keras, kesetiaan pada peraturan, dan sikap tegas terhadap segala bentuk penyimpangan. Langkah Lapas Wahai hari ini menjadi contoh nyata bahwa transformasi menuju birokrasi yang lebih baik sudah mulai terealisasi,” jelas Ricky.
Dengan penandatanganan Pakta Integritas ini, Lapas Wahai siap untuk mengimplementasikan standar pelayanan PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Amanah) secara menyeluruh, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek pekerjaan guna mencapai target WBK/WBBM pada tahun 2026.






