
Lapas Kelas III Wahai mengandeng pihak kepolisian kembali melaksanakan kegiatan razia rutin dengan slogan "One Week One Raid" pada malam Rabu (25/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai kembali melaksanakan kegiatan razia rutin dengan slogan “One Week One Raid” pada malam Rabu (25/2/2026).
Kali ini, razia difokuskan untuk memastikan kelancaran ibadah selama bulan suci Ramadan, dengan bekerja sama erat dengan personel Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai.
Razia yang dilakukan secara preventif ini bertujuan, untuk menghindari keberadaan barang-barang terlarang, yang berpotensi mengganggu kekhusyukan Warga Binaan dalam menjalankan ibadah.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengaku, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan lapas tetap kondusif dan harmonis.
“Kami ingin setiap Warga Binaan bisa merasakan kedamaian saat beribadah di bulan Ramadan. Kolaborasi dengan Polsek Wahai menjadi bukti, bahwa kita bersama-sama berkomitmen menjaga ketertiban,” ucap Tersih.
Proses penggeledahan dilakukan di setiap kamar hunian dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.
Hasilnya, petugas gabungan berhasil menyita berbagai barang yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam area hunian, antara lain 1 silet, 2 botol parfum berbahan kaca, 2 alat cukur, 1 buah kaca, 1 korek api, 2 sekrup, dan 1 jenis obat tertentu.
Seluruh barang sitaan telah didokumentasikan dan akan dimusnahkan pada waktu yang akan datang.
Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Maurits David Nikijuluw dari Polsek Wahai yang turut hadir menjelaskan, bahwa dukungan kepada Lapas Wahai merupakan bagian dari tanggung jawab wilayahnya.
“Kami tidak datang untuk memberikan tekanan, melainkan untuk menciptakan rasa aman. Keamanan di dalam lapas juga berkaitan dengan kenyamanan masyarakat sekitar,” jelas David.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoromemberikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan Lapas Wahai.
Menurutnya, sinergi antara pemasyarakatan dan aparat penegak hukum setempat sangat penting, untuk mendukung seluruh program pembinaan, terutama dalam bidang kerohanian di bulan Ramadan.
“Kabar baiknya, dalam razia kali ini tidak ditemukan barang terlarang jenis narkoba maupun handphone. Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan berjalan efektif. Namun demikian, kita tidak boleh lengah karena semua jenis barang yang dilarang tetap harus dicegah masuk,” tegas Ricky.
Dia berharap, melalui razia yang dilakukan dengan penuh rasa kemanusiaan ini, seluruh Warga Binaan Lapas Wahai dapat menjalankan ibadah Ramadan mulai dari menjalankan puasa hingga melaksanakan salat tarawih secara berjamaah dengan khidmat dan tanpa hambatan.





