
KOTA SORONG,BeritaAktual.co– Mantan walikota yang menjabat dua periode, Lambert Jitmau, menyatakan bahwa kota Sorong sudah mampu menentukan jati dirinya.
Menurutnya, seperti halnya generasi muda yang siap bertanggung jawab pada usia 26 tahun pemerintahan juga harus siap mengurus “rumah tangga” kota yang mencakup berbagai fasilitas yang ada saat ini.
“Semua yang ada di kota ini tidak jatuh dari langit. Ada pemimpin yang punya hibrakan bagus dan berani mengambil sikap,” ujarnya di awak media ,Sabtu (28/2/2026)
Untuk misi mewujudkan Kota Sorong sebagai kota termaju di Tanah Papua telah dikenal secara nasional. Kami menyebutkan bahwa Provinsi Papua Barat Daya, dengan Kota Sorong yang cepat berkembang.
Lambert jitmau mengungkapkan sejumlah perubahan besar yang dilakukan selama kepemimpinannya dengan anggaran yang terbatas.
Saat itu, APBD Kota Sorong belum mencapai angka 800 miliar dan masih di angka 700 miliar. Meskipun demikian, ia berhasil melakukan pembangunan dan perbaikan pada dua jalur dari Kilo 12 hingga Kilo 18, serta melakukan renovasi besar pada Bandara Deo dengan mengganti rugi hingga 30-40 miliar.
“Saya tarik Presiden Jokowi sebanyak 14 kali menginap di Kota Sorong, dua kali ke Bandara Deo dan dua kali ke pelabuhan. Tanpa langkah itu, perubahan tidak mungkin terjadi,” katanya.
Perbaikan juga dilakukan pada pelabuhan yang dulunya hanya mampu menampung satu kapal sekaligus, dengan kapal lainnya harus berlabuh di laut. Meskipun mendapat kritikan, ia tetap melanjutkan proyek demi kemajuan daerah.
Selain itu, ia juga melakukan reklamasi lautan seluas 50 hektar yang kini menjadi ikon Papua Barat Daya, membangun stadion Bawela hanya dalam waktu 8 bulan, serta merombak dan membangun ulang semua kantor distrik dan puskesmas menjadi gedung bertingkat dua.
Ia juga menyebutkan bahwa selama kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Kota Sorong mencapai 8,7 persen, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional saat itu.
Kami berharap ke depan adalah agar para pemimpin mendatang dapat menanggalkan ego dan kepentingan pribadi, serta menyatukan semua pihak untuk membangun Kota Sorong.
“Jangan datang menikmati sejarah, tapi jadilah pelaku sejarah yang menciptakan perubahan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya,” pungkasnya.(Mar)






