
Lapas Kelas III Wahai menggelar program Perling, Selasa (3/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar program Perawatan Keliling (Perling), untuk memastikan Warga Binaan dapat menjalankan ibadah Ramadan 1447 Hijriah dengan kondisi kesehatan yang baik.
Kegiatan ini dilakukan pada Selasa (3/3/2026), dengan tim kesehatan mendatangi setiap blok hunian secara langsung, untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan layanan medis yang diperlukan.
Selain memantau kondisi fisik umum, tim kesehatan juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga pola makan dan kebersihan selama bulan puasa.
Pendekatan yang ramah dan humanis digunakan agar Warga Binaan merasa diperhatikan dan termotivasi untuk menjaga kesehatan diri selama menjalani ibadah.
Fitri Rianti, petugas kesehatan Lapas Wahai mengatakan, Perling merupakan bagian dari upaya konsisten dalam memenuhi hak kesehatan Warga Binaan.
“Kami menjalankan program ini secara rutin, namun di bulan Ramadan menjadi lebih penting, karena kondisi tubuh membutuhkan perawatan ekstra saat berpuasa. Kami ingin mereka merasa nyaman dan bisa fokus pada ibadah,” jelasnya.
Ke depannya, Lapas Wahai berencana untuk meningkatkan frekuensi Perling selama Ramadan hingga jelang Idulfitri.
Tujuannya adalah, agar seluruh Warga Binaan tetap sehat, tidak hanya dalam menjalankan ibadah tetapi juga dalam mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang telah diatur.
Seorang Warga Binaan bernama BR bercerita bahwa ia sempat mengalami masalah kesehatan berupa diare beberapa hari yang lalu.
Ketika kondisi mulai memburuk, petugas kesehatan segera datang ke blok huniannya setelah mendapatkan laporan dari teman sekamar.
“Saya sangat terbantu, karena tidak perlu keluar jauh untuk mendapatkan perawatan. Sekarang saya sudah pulih dan bisa melanjutkan puasa dengan tenang,” ucap BR.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan adalah prioritas utama dalam pembinaan yang diberikan.
“Kami memahami bahwa tanpa kesehatan yang baik, ibadah dan proses pembinaan tidak akan berjalan optimal. Perling adalah, bentuk nyata dari komitmen kami untuk memberikan layanan yang terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi tinggi, terhadap langkah yang diambil Lapas Wahai.
“Pelayanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses merupakan hak dasar setiap orang, termasuk Warga Binaan. Program ini menunjukkan, bahwa Lapas Wahai benar-benar peduli dengan kesejahteraan mereka, terutama di momen penting seperti Ramadan,” ujarnya.





