
KOTA SORONG ,BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kelautan, dan Perikanan bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sorong resmi meluncurkan Program Budidaya Kerang atau Teaching Factory (TEFA) Kerang. Kegiatan berlangsung di kawasan Wanamina Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Senin (13/4/2026).
Direktur Politeknik KP Sorong, Daniel Heintje Ndahawali, menyampaikan bahwa peluncuran TEFA Kerang ini merupakan wujud nyata dari metode pembelajaran yang diterapkan kampus vokasi milik Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut.

“Pendekatan kami adalah pola pembelajaran teaching factory, dimana kami menggabungkan teori di kelas dengan praktek nyata dalam skala industri. Di kawasan terintegrasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar budidaya kerang, tetapi juga bandeng, udang, hingga kosmetik perikanan,” ujar Daniel.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pembelajaran mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) industri yang sesungguhnya.
Hal ini bertujuan agar lulusan atau taruna-taruni nantinya menjadi sumber daya manusia yang ready to use atau siap bekerja langsung, mampu menggerakkan industri perikanan di kawasan timur, khususnya Papua Barat Daya.

Sementara itu, Kepala DP2KP Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa, memberikan apresiasi tinggi dan menyebut inisiatif ini sebagai terobosan luar biasa.
Menurutnya, Politeknik KP Sorong menjadi salah satu kampus perikanan unggulan di Indonesia Timur yang bisa dijadikan model untuk dikembangkan di berbagai daerah.
“Papua Barat Daya memiliki lima kabupaten/kota yang berbatasan laut. Potensi dan prospek ekspornya sangat bagus. Program ini diharapkan menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan,” jelasnya.
Absalom juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pihak kampus. Kedepannya, kerjasama tidak hanya sebatas budidaya, tetapi juga mencakup pelatihan, pengelolaan mangrove, kebersihan pantai, hingga pembuatan pabrik pakan ikan mini.
Selain itu ,Kepala Karantina Pertanian Sorong,l Wayan Kertenaga, juga menyambut baik program ini dan siap mendukung distribusi hasil produksi.
Ia menilai budidaya kerang memiliki keunggulan karena bersifat adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kami sangat apresiasi karena budidaya ini tidak mudah terpengaruh perubahan cuaca. Targetnya dalam 7 bulan sudah bisa dipanen. Kami berharap produksi bisa ditingkatkan hingga mampu mengekspor satu ton setiap minggunya,” ungkap Wayan.
Ia menyampaikan, dengan menjamin kualitas dan mutu produk, komoditas kerang darah khas Papua Barat Daya ini berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah yang baru dan signifikan.
“Semoga program ini sukses, sejalan dengan semangat kita ‘Membangun dengan Hati dan Menyatukan dalam Kasih’ untuk kemajuan Papua Barat Daya,” tutupnya.






