
(Foto atas) Sekretaris Jenderal Nusamba Provinsi Maluku, Janny Parinussa. (Foto bawah) Kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Nusamba Provinsi Maluku, Kamis (5/3/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh NUSAMBA (Nusalaut–Ambalau), Kamis (5/3/2026), mempertegas ikatan persaudaraan antara dua pulau yang dikenal sebagai “bersaudara” di Maluku.
Sekretaris Jenderal NUSAMBA Provinsi Maluku, Janny Parinussa mengatakan, bulan suci Ramadan tidak hanya membawa berkah bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi wadah yang tepat, untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar seluruh masyarakat basudara.
Menurut Janny, pulau Nusalaut dan Ambalau memiliki hubungan sejarah yang sudah terbentuk sejak lama, seperti hubungan kakak dan adik.
Meskipun Nusalaut didiami mayoritas umat Nasrani dan Ambalau sebagian besar beragama Islam, perbedaan keyakinan tersebut tidak pernah menjadi faktor yang memecah belah kedua komunitas.
“Tradisi persaudaraan kita sudah terjalin kuat. Setiap ada kegiatan di salah satu pulau, warga dari pulau lainnya selalu datang untuk mendukung. Baik itu acara di Nusalaut, atau hajatan di Ambalau, kita selalu satu hati dan satu tujuan,” ucapnya.
Acara yang penuh makna tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Maluku, yang turut serta dalam kedudukan sebagai pemimpin dan figur kakak bagi seluruh anggota keluarga besar NUSAMBA di Provinsi Maluku.
Menurut Janny, kehadiran Gubernur menjadi bukti dukungan moral yang kuat, dan mampu meningkatkan semangat bersama dalam mewujudkan Maluku yang lebih harmonis dan diberkati.
Acara yang diikuti oleh ribuan warga dari kedua pulau yang kini tinggal di Ambon dan sekitarnya ini menghadirkan suasana yang sangat hangat dan kekeluargaan.
Semuanya duduk berdekatan, saling menyapa dengan ramah, serta menjalin komunikasi yang lebih erat, termasuk dengan mereka yang sebelumnya belum memiliki hubungan yang dekat.
Janny berharap, semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini dapat terus dipertahankan, dan bahkan diperluas ke berbagai program sosial lainnya, khususnya yang berfokus pada pembinaan generasi muda.
Janny menyebut, kekuatan utama masyarakat Maluku terletak pada kemampuan untuk menjaga nilai toleransi dan persaudaraan yang tinggi.
Menurutnya, penting bagi semua orang untuk saling membantu dalam menghadapi kesulitan, tanpa memandang latar belakang agama atau asal-usul daerah.
“Yang paling utama adalah kita tetap menjaga persatuan sebagai satu keluarga besar Maluku. Harapannya, generasi mendatang dapat mengambil contoh, bahwa perbedaan bukanlah hal yang membuat kita terpisah, melainkan justru menjadi kekuatan untuk memperkuat ikatan kita bersama,” tandas Janny.






