
GPM menggelar kegiatan evaluasi, sekaligus pengembangan kurikulum Pendidikan Oikumene, yang berlangsung di Aula Kantor Sinode GPM, Ambon, Selasa (10/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Gereja Protestan Maluku (GPM) menggelar kegiatan evaluasi, sekaligus pengembangan kurikulum Pendidikan Oikumene, yang berlangsung di Aula Kantor Sinode GPM, Ambon, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan, untuk memperkuat pemahaman serta praktik oikumene, agar gereja mampu menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Sammy Sahulata. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa semangat oikumene seharusnya berawal dari sikap hati setiap orang percaya, bukan hanya dari institusi gereja.
Ia juga mengingatkan, bahwa upaya membangun kebersamaan lintas gereja bukan sekadar menyatukan denominasi, tetapi menghadirkan nilai kasih dan persaudaraan dalam kehidupan bersama.
Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku, S. I. Sapulette menjelaskan, bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama.
“Salah satunya adalah, meninjau kembali kurikulum Pendidikan Oikumene yang telah digunakan bagi berbagai klaster pelayanan seperti pendeta, pemuda, klasis, dan majelis jemaat,” kata dia.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk merumuskan materi pembelajaran, media, serta tenaga pengajar bagi pelaksanaan kelas Pendidikan Oikumene angkatan kedua.
“Tidak hanya itu, peserta juga akan merancang strategi pembelajaran, yang dapat diterapkan pada program kelas internasional,” ujar Sapulette.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh sekitar 45 peserta. Sejumlah topik penting menjadi bahan diskusi, antara lain implementasi kurikulum Pendidikan Oikumene, peluang pengembangan pendidikan oikumene bagi pelayan dan warga gereja, hingga penguatan peran gereja dalam konteks nasional dan global.
“Melalui forum ini, diharapkan lahir konsep kurikulum yang lebih relevan, serta mampu membentuk kader oikumene, yang siap membangun persaudaraan lintas gereja di tengah keberagaman,” tandas Sapulette.




