
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memberikan penghargaan kepada dua pegawai teladan periode Triwulan I (Januari–Maret) 2026, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Wahai, Sabtu (14/3/2026).
Dua pegawai yang menerima penghargaan tersebut adalah, Jordi Jozeph Laisina dan Jonson Simangatua Patty. Keduanya dinilai memiliki integritas, dedikasi, serta kinerja yang baik, dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang positif dan berintegritas di lingkungan Lapas.
“Ini bukan sekadar formalitas. Penghargaan ini adalah wujud pengakuan organisasi terhadap dedikasi rekan-rekan. Kami berharap, ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh pegawai agar terus meningkatkan kompetensi dan kinerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan pegawai teladan dilakukan secara objektif melalui pengamatan terhadap kinerja, loyalitas, serta integritas pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Siapa saja memiliki kesempatan yang sama. Kinerja yang konsisten, loyalitas, dan integritas menjadi kunci. Selamat kepada kedua petugas yang menerima penghargaan ini,” tambahnya.
Salah satu penerima penghargaan, Jordi Jozeph Laisina mengaku bersyukur, atas apresiasi yang diberikan kepadanya.
Ia menilai, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan tugas.
“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami, untuk terus menjaga amanah dalam bertugas di Lapas Wahai,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Jonson Simangatua Patty, yang juga menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya.
“Semoga ini menjadi pemantik bagi kami untuk tetap berkinerja tinggi dan disiplin sebagai petugas pemasyarakatan,” ujarnya.
Selain pemberian penghargaan, seluruh jajaran petugas juga diingatkan untuk terus meningkatkan kinerja masing-masing subseksi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Hal tersebut penting, guna memastikan pengamanan Lapas, pembinaan warga binaan, serta pelayanan publik dapat berjalan dengan optimal.




