
AMBON, BeritaAktual.co – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, saat para Warga Binaan diberi kesempatan berbuka puasa bersama keluarga, dalam kegiatan yang digelar di area “Beranda Mesra”, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut menjadi momen istimewa bagi para Warga Binaan, untuk melepas rindu dengan keluarga, sekaligus mempererat kembali hubungan emosional, yang selama ini terpisah oleh jarak dan masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya pembinaan, yang mengedepankan pendekatan humanis kepada para Warga Binaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen pelayanan di Lapas Wahai, yang mengusung slogan “MESRA”, yakni Manusiawi, Efektif, Sinergi, Responsif, dan Amanah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan Warga Binaan tetap memiliki kedekatan dengan keluarga. Dukungan keluarga sangat penting, untuk memotivasi mereka memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama ini juga memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis para Warga Binaan.
Menurutnya, momen kebersamaan tersebut menghadirkan suasana yang menyentuh, karena banyak Warga Binaan yang akhirnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga setelah sekian lama.
“Kami melihat banyak momen haru, ketika mereka bisa bertemu dan berbuka bersama keluarga. Hal seperti ini penting, untuk menjaga kesehatan mental Warga Binaan, agar mereka merasa tetap dihargai dan diperlakukan secara manusiawi,” katanya.
Salah satu Warga Binaan berinisial HB mengaku bersyukur, atas kesempatan tersebut, karena dapat berbuka puasa bersama anak dan istrinya.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Lapas Wahai, karena telah memberikan kesempatan ini. Bisa berkumpul dan berbuka puasa bersama keluarga adalah, kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari keluarga Warga Binaan yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Salah satu anggota keluarga, Rita mengaku, momen itu sangat berarti karena dapat kembali bertemu, dan berbuka puasa bersama suaminya.
“Sudah lama kami tidak bertemu. Kesempatan berbuka puasa bersama. Ini sangat berarti bagi kami, dan sedikit mengobati kerinduan,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga waktu Maghrib itu kemudian ditutup dengan salat berjamaah.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan diharapkan dapat memperkuat dukungan keluarga, dalam proses pembinaan, serta membantu Warga Binaan mempersiapkan diri, untuk kembali ke masyarakat setelah bebas nanti.




