
Kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026, yang berlangsung di Ballroom Hotel Marina, Rabu (8/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting, melalui pelaksanaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Tematik Stunting Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Marina Hotel Ambon, Rabu (8/4/2026), menjadi forum penting dalam menyusun arah kebijakan dan program prioritas ke depan.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutannya menegaskan, bahwa upaya menurunkan angka stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak secara terpadu dan berkelanjutan.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi keseriusan kita, dalam menekan angka stunting. Yang dibutuhkan adalah, kerja bersama dan strategi yang tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stunting merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting berdampak jangka panjang, bukan hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga kualitas sumber daya manusia ke depan,” tambahnya.
Forum tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, kepala puskesmas, Tim Penggerak PKK, hingga perwakilan Forkopimda, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya, Wattimena juga mengungkapkan, bahwa tren penurunan stunting di Kota Ambon menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator, bahwa intervensi yang dilakukan selama ini mulai memberikan hasil.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan program, serta penguatan basis data agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kita harus memastikan setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran, dan berbasis data yang akurat,” tegasnya.
Melalui Pra Musrembang ini, kata Wali Kota, Pemkot Ambon berupaya menyelaraskan program lintas sektor sekaligus menetapkan wilayah prioritas (lokus) penanganan stunting untuk tahun 2027.
Hasil dari forum ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah-langkah inovatif dalam menghadapi tantangan ke depan.
Wattimena menegaskan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya ditentukan oleh dukungan anggaran, tetapi juga oleh komitmen dan kepedulian semua pihak.
“Yang dibutuhkan adalah kepedulian dan kerja bersama. Dengan itu, kita bisa memastikan generasi ke depan tumbuh sehat dan berkualitas,” tutup dia.




