
Puluhan warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an, yang dilaksanakan di pelataran Masjid At-Taubah, atau yang juga dikenal dengan sebutan Beranda Mesra, Senin (20/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai kembali menegaskan tekadnya, dalam melaksanakan pembinaan kepribadian bagi warga binaan, melalui kegiatan yang bersifat kerohanian.
Program pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan cara yang teratur dan penuh ketenangan menjadi fokus utama, sebagai upaya membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama, serta mempersiapkan mereka untuk dapat kembali hidup bermasyarakat dengan baik.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat upaya pembinaan yang berlandaskan pada nilai-nilai kerohanian.
Untuk itu, puluhan warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an, yang dilaksanakan di pelataran Masjid At-Taubah, atau yang juga dikenal dengan sebutan Beranda Mesra, Senin (20/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibimbing agar dapat membaca Al-Qur’an secara tartil, yaitu dengan pelafalan yang benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, serta dengan tuma’ninah, yakni membaca dengan perasaan tenang dan penuh kekhusyukan.
Suasana berlangsung dengan khidmat, yang menggambarkan kesungguhan hati para warga binaan untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran agama.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian yang sangat mendasar, dalam sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pemahaman dalam hal ibadah, tetapi juga untuk membentuk kepribadian dan perilaku yang baik.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting, dalam membentuk kepribadian para warga binaan. Melalui proses pembinaan yang dilakukan secara terus-menerus, kami berharap mereka nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat dengan sikap yang lebih baik, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” ujarnya.
Pendapat yang senada disampaikan oleh Ketua Majelis Taklim At-Taubah, La Joi, yang juga menjabat sebagai Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi.
Ia menilai, kegiatan ini memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran diri, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan rutin yang harus dijalankan, melainkan menjadi dasar untuk membangun kesadaran dalam beragama. Kami ingin, agar para warga binaan tidak hanya mampu membaca ayat-ayat suci, tetapi juga dapat memahami maknanya, dan mengamalkan ajaran yang terkandung didalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” kata La Joi.
Ia menambahkan, pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan dilakukan secara terus-menerus, diyakini dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kondisi batin dan mental para warga binaan.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan di Lapas Wahai, yang disusun untuk mendorong terjadinya perubahan yang positif secara menyeluruh.
“Dengan pendekatan yang mengedepankan rasa kemanusiaan dan nilai-nilai agama, diharapkan para warga binaan memiliki bekal yang cukup, sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih beriman, bertakwa, dan mampu memikul tanggung jawab dengan baik,” tabdas tandas dia.





