
Kegiatan penguatan literasi nilai-nilai Pancasila bagi ASN, Kamis (23/4/2026), di ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar kegiatan penguatan literasi nilai-nilai Pancasila bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (23/4/2026), di ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon.
Kegiatan ini diikuti oleh ASN dari berbagai unsur, baik dari kementerian, direktorat jenderal, maupun instansi pemerintah daerah, sebagai upaya memperdalam pemahaman terhadap dasar negara, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Plt Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Roby Sapulette dalam sambutannya menegaskan, bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diinternalisasi oleh seluruh aparatur, terutama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks dan beragam tantangan yang dihadapi.
Ia menjelaskan, meskipun pemahaman tentang nilai kebangsaan telah ditanamkan sejak bangku pendidikan, hal tersebut tetap perlu diperkuat secara berkelanjutan, agar tetap relevan dan mampu menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan.
“Nilai-nilai kebangsaan sudah kita pelajari sejak sekolah hingga perguruan tinggi, namun itu harus terus dipelihara dan diperkuat, agar tetap menjadi landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujarnya.
Menurut Sapulette, Pancasila bukan sekadar konsep atau simbol belaka, melainkan pedoman moral dan etika yang harus tercermin dalam setiap sikap, dan kebijakan yang diambil oleh aparatur negara.
Hal ini dinilai penting, untuk menjaga keutuhan bangsa dari berbagai potensi perpecahan dan konflik.
“Pemahaman yang baik terhadap Pancasila menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghindari hal-hal yang dapat merusak keutuhan bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, bahwa setiap penyelenggara pemerintahan wajib menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam menyusun dan menetapkan setiap kebijakan, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab.
“Setiap pekerjaan yang kita lakukan tidak hanya menjadi perhatian dan dinilai oleh masyarakat, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Selain itu, Sapulette menyoroti pentingnya mewujudkan pelayanan publik yang berkeadilan, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Ia meminta seluruh aparatur, untuk mengedepankan sikap empati, menghormati hak asasi manusia, serta tidak membedakan perlakuan kepada masyarakat berdasarkan latar belakang apa pun.
“Pelayanan harus diberikan secara adil dan setara tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Kita juga harus menjauhi sikap diskriminatif, serta tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau menyesatkan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip kerja sama dan musyawarah, dalam setiap proses pengambilan keputusan, serta menghindari sikap ego sektoral yang seringkali menjadi hambatan, dalam pelaksanaan tugas birokrasi.
“Jangan merasa diri paling benar sendiri, tetapi bangunlah semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas, agar tujuan bersama dapat tercapai dengan baik,” pesannya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut direncanakan aksi penanaman bibit pohon, yang dimaknai sebagai simbol penanaman nilai-nilai luhur, yang diharapkan dapat terus tumbuh, berkembang, dan menyebar manfaatnya di tengah masyarakat.
Untuk itu, Sapulette berharap, kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur, dan standar pelayanan publik di Kota Ambon.
“Diharapkan pemahaman dan wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan langsung dalam tugas sehari-hari, sehingga mampu membawa perubahan positif bagi kualitas pelayanan kepada masyarakat dan kemajuan daerah ke depannya,” harap dia.




